Kuliner Malam: Wedang Poci Simbok Depan Pasar Argosari

Tarmi atau yang akrab dipanggil Simbok tengah melayani pembeli. KH/ Kandar.

Ditanya kenapa pelanggan biasa memanggil ‘Simbok’ kepada dirinya, Tarmi melempar senyum sebelum menjawab. Menurutnya, panggilan tersebut sesuai dengan usianya, seorang ibu-ibu. Panggilan itu juga membuat interaksi lebih akrab, sehingga terasa lebih dekat. Seolah tak nampak bahwa antara ia dan pelanggan merupakan penjual dan pembeli.

Saat melayani, Tarmi memang menunjukkan naluri seorang ibu (simbok) yang menghidangkan makanan kepada anak-anaknya . Hangat dan penuh kekeluargaan. Tak hanya itu saja, pengunjung yang berminat makan tinggal mengambil sendiri sesuai kesukaan pilihan menu. Hal itu semakin menguatkan kesan makan di rumah sendiri cukup terasa. Sepertinya, beberapa kebiasaan pelayanan tersebut yang menjadi daya tarik warung tenda lesehan Simbok sehingga laris manis. Apalagi menu aneka hidangannya yang memang enak serta wedang teh yang mantab atau ‘seger‘.

Bacaan Lainnya

Selain wedang poci dan gorengan, Simbok juga menyediakan menu makan nasi, sayur cabai, oseng ikan teri, dan beberapa lauk berupa telur dadar goreng dan lele. Tidak ketinhggalan belalang goreng. Menu belalang goreng ini paling sering menjadi pilihan pengunjung.

Untuk mengatasi repotnya pelayanan karena banyaknya pengunjung, ia dibantu 3 rekan yang siap melayani berbagai keperluan. Bikin wedang, mengaduk nasi, dan menggoreng. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *