Ketersediaan Ayam Kampung Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan

oleh -
Pedagang ayam kampung di Pasar ayam. KH
iklan dispar
Pedagang ayam kampung di Pasar ayam. KH
Pedagang ayam kampung di Pasar ayam. KH

WONOSARI, (KH)— Dalam hal kebutuhan konsumsi pangan, beberapa diantara jenis kebutuhan itu Gunungkidul tak mampu menyediakan bagi daerahnya sendiri. Selain hal ini merupakan peluang bagi masyarakat, terlihat pula bahwa Gunungkidul bukan merupakan daerah produsen atau penghasil.

Sebut saja kebutuhan akan ayam kampung, Pengakuan pedagang ayam kampung yang telah memulai usaha sejak puluhan tahun ini menilai, sekitar dua tahun terakhir konsumsi ayam kampung di Gunungkidul meningkat drastis.

Dari usahanya menyediakan ayam kampung bagi  berbagai restoran lokal, dan penyedia usaha kuliner tak cukup ia datangkan dari masyarakat lokal. “sehingga saya sering datangkan dari Muntilan, dan Salam, Magelang,” ujar Tekat, Senin, (30/5/2015).

Biasanya, ia membeli dari kampung ke kampong, Saat permintaan naik dari rumahnya di Wonosari, ia biasa berkeliling hingga Paliyan, Saptosari bahkan Panggang. Sudah menjadi rutinitas, setiap musim liburan sekolah kebutuhan khususnya ayam kampung meningkat tajam.

“Saya sudah keliling ke desa-desa tetap tidak bisa mencukupi permintaan ayam kampung bagi konsumen Gunugkidul,” imbuh Tekat.

Saat permintaan naik, dalam sekali pengambilan ia biasa mendatangkan dari luar antara 500 hingga 600 ayam kampung. Menurutnya ini merupakan peluang bagi masyarakat yang biasa memelihara ayam. Kebanyakan, untuk ayam kampung warga hanya memelihara sebagai sampingan saja.

Apabila diniatkan untuk memelihara dalam jumlah banyak, menurut Tekat, hal tersebut memiliki peluang yang baik. Sehingga, kebutuhan konsumsi ayam kampung di Gunungkidul tidak perlu menggantungkan suplai dari daerah luar. (Kandar)

Komentar

Komentar