Istri Gus Dur, Sahur Bareng Pemuka Agama Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Puasa merupakan sekolah untuk meningkatkan kejujuran dan kesabaran. Banyak masyarakat yang hanya beribadah puasa karena sebagai ritual setiap tahun, tetapi mereka tidak mengerti maksud dan tujuan puasa.

Berikut sedikit kutipan Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, saat acara sahur bersama di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, Minggu dini hari (6/7/2014).

Toleransi antar umat beragama, menurut Sinta Nuriyah, saat ini merupakan sesuatu yang mahal di Indonesia.

“Kita hidup di indonesia dengan keberagaman suku, agama, ras, warna kulit,  sehingga kita harus selalu rukun dan damai, saling menolong sepeti apa yang di ajarkan Rasullulah SAW, seperti yang tertuang dalam perjanjian Madinah,” ujar istri Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Momentum Ramadhan, lanjut Sinta Nuriyah, menjadi ajang untuk merajut tali persaudaraan dan meraih persaudaraan sejati dengan sesama umat beragama. Selain itu sahur bersama ini bertujuan untuk mengajak berpuasa.

“Saya lebih senang mengajak sahur bersama dari pada buka bersama. Yang banyak menyelenggarakan buka bersama adalah tokoh-tokoh politik untuk melipat gandakan suara, namun saya mengajak masyarakat untuk mendapat pahala yang berlipat,” katanya.

Menurut Sinta Nuriyah, puasa sebenarnya mengajarkan banyak hal. Namun, lanjut dia, ajaran dan hikmah puasa tidak mampu diraih karena banyak yang tidak sungguh-sungguh berpuasa.

“Acara semacam ini sudah kita laksanakan waktu Beliau (KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur) masih sehat, kita biasa sahur dengan kuli bangunan di kolong jembatan, tukang becak di dekat terminal, tukang ojek, kita ajak mereka berpuasa,” ungkapnya.

Acara sahur bersama tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh agama, serta lima pemuka agama yang tergabung dalam Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul. “Yang hadir ada sekitar 400 orang santri dan masing-masing pemuka agama,” ungkap Aminudin Azis, Ketua FLI Gunungkidul. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar