Hujan Masih Turun, Panen Singkong Mundur

oleh -
kadhung tresno

TEPUS, kabarhandayani.– Hujan yang masih mengguyur Kabupaten Gunungkidul di pertengahan Juli ini ternyata menyebabkan mundurnya masa panen singkong di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Kendati demikian, masa produksi singkong nantinya diprediksi akan mengalami peningkatan.

Mestinya masa penen singkong secara normal akan berlangsung di bulan Agustus hingga September. Waktu itu di ukur sesuai masa produksi singkong yang selama 9 bulan dari masa tanam.

Turunya hujan yang terjadi beberapa kali ternyata menganggu fase pengumbian pada singkong tersebut. Atau dalam tahap pemanjangan akar .Sebab, pengumbian baru akan terjadi saat memasuki musim kemarau.

“Hujan yang turun mengakibatkan akar singkong masih tumbuh, tetapi jika memasuk musim kemarau baru mengisi umbi sebagai cadangan makananan bagi dia,” ujar Aris, salah satu petani warga Trosari, Tepus, Gunungkidul, Selasa (15/7/2014).

Menurut Aris, dengan mundurnya masa panen tersebut, justru produksi ketela akan bertambah. Pasalnya, waktu pengumbian lebih lama dan umbi yang masuk dalam akar semakin banyak.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul Supriyadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, masa panen singkong mengalami kemunduran sampai 10 bahkan 11 bulan dari normalnya 9 bulan.

“Saat ini baru memasuki masa 7 bulan. Sebab rata-rata ditanam sekitar bulan Desember kemarin,” terangnya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar