“Musibah terjadi pada pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba rumah roboh setelah terjadi hujan cukup lebat,” ujar Haryanto.
Diketahui, rumah berbentuk limasan tersebut berukuran 8 x 12 meter persegi. Rumah berdinding bambu itu selain berisi perabotan juga digunakan untuk menyimpan alat musik gamelan setengah set.
“Memang kondisi rumah sudah rusak,” imbuhnya. Oleh tokoh warga peristiwa tersebut dilaporkan ke beberapa pihak terkait. Warga sekitar dengan segera bergotong-royong membersihkan puing-puing runtuhan rumah.
Kegiatan kerja bakti dilanjutkan Jum’at, (6/10/2017) pagi. Petugas gabungan, TNI (Koramil Nglipar), Polri (Polsek Nglipar), TAGANA Kecamatan Nglipar dan BPBD Gunungkidul memberihkan puing serta mendirikan gubuk sederhana dari sisa rumah roboh.
“Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil diprediksi mencapai Rp. 55 juta,” tutur Bhabinkamtibmas Desa Nglipar, Bripka Jumiyo. (Kandar)