Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan Agar Sapi Dapat Bunting

oleh -
Pelaksanaan kawin suntik Foto : Atmaja
kadhung tresno
Pelaksanaan kawin suntik Foto : Atmaja
Pelaksanaan kawin suntik Foto : Atmaja

TANJUNGSARI, (KH) — Kementerian Pertanian dan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan BBPTUJPT Baturaden melakukan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) pada sapi milik warga Desa Kemiri. Program tersebut bertujuan memeriksa kandungan sapi betina yang berusia 1,5 tahun ke atas dan program kawin suntik sapi secara bersamaan.

“Kita lakukan gertak birahi (terhadap) sapi-sapi tersebut secara bersamaan. Selang tiga hari, akan kita suntik sapi sapi tersebut secara bersamaan,” ucap Wasidi Kabid Produksi Dinas Peternakan Gunungkidul, Jumat (26/06/2015).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Wasidi, jika terdapat sapi yang mengalami gangguan dan tidak bisa diatasi dengan gertak birahi, akan ditindak lanjuti dengan melakukan penanganan gangguan reproduksi. Program GBIB tersebit dilakukan secara serempak dengan sekala nasional.

Program ini dilakukan kepada warga yang mempunyai keluhan di mana sapinya tidak ada tanda-tanda kehamilan setelah dilakukan proses kawin, dapat memeriksakannya secara gratis. “Untuk Jumlah sapi yang sudah diperiksa di Kabupaten Gunungkidul, tercatat ada sekitar 6800 ekor sapi yang sudah dilakukan gertak birahi inseminasi buatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kirdi warga Gebang, Kemiri, Tanjungsari mengaku, adanya program tersebut amat membantu masyarakat. Dengan adanya pendampingan tersebut, masyarakat tahu bagaimana menentukan waktu melakuakan kawin suntik setelah sapi birahi.

“Sudah 8 kali saya lakukan kawin suntik terhadap sapi saya, namun tidak ada hasilnya. Karena itu, saya coba periksakan (memeriksakan). Jika tidak berhasil, ya, saya jual, karena sudah hampir tiga setengah tahun saya pelihara,” terang Kirdi.(Atmaja)

Komentar

Komentar