“Dalam peragaan busana ‘fashion carnival’ ditampilkan 15 karya. 10 karya yang telah memperoleh penghargaan dan 5 karya fashion carnival baru bertema ‘Pesona Dhaksinarga Bhumikarta’,” urai Ria dalam sambutan.
Pihaknya berharap karya yang ditampilkan dapat menjadi persembahan yang terbaik bagi Gunungkidul. di luar itu dapat pula menjadi motivasi anak muda yang lain untuk turut berkarya tanpa lelah.
“Seni bukan segalanya, tapi segalanya bisa menjadi seni,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Budaya Gunungkidul, CB Supriyanto memuji sekaligus bangga atas ide dan gagasan yang diwujudkan menjadi karya. Meski diakui, sebagian menganggap seni ‘fashion carnival’ belum sebanding dengan karya seni rupa pada umumnya.
“Namun kelak akan menjadi bagian dari kebudayaan. Tantangannya, selepas mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan DIY kedepan harus lebih baik,” harap CB Supriyanto.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos, sebelum secara resmi membuka kegiatan Pameran dan Peragaan Busana ‘fashion carnival’ menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, Peragaan Busana ‘fashion carnival’ merupakan salah satu media seniman desainer.
“Generasi muda yang handal dan potensial saat ini sudah bisa pamer karya dengan berbagai inovasi. Mudah-mudahan melalui karya tersebut dapat turut melestarikan dan menjaga budaya dan kearifan lokal khas Gunungkidul,” harap Badingah.
Selepas kegiatan fashion show, busana carnival akan dipajang di tempat berlangsungnya kegiatan di resto GK Steak hingga 12 Mei mendatang. (Kandar)