SRAGEN,– Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sragen (Dispora) terus memperluas kampanye pemberantasan rokok ilegal. Tahun ini, Dispora memilih metode yang lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari sosialisasi langsung kepada pemangku wilayah dan komunitas pemuda, hingga produksi film pendek bertema Gempur Rokok Ilegal.
Kepala Dispora Sragen, Joko Hendang Murdono, S.STP., MM, mengatakan pihaknya memberi dukungan penuh terhadap agenda nasional pemberantasan rokok ilegal. Ia menilai, pendekatan edukatif berbasis pemuda perlu digencarkan mengingat tingginya potensi peredaran rokok ilegal di masyarakat.
“Ini bukan sekadar sosialisasi. Kami ingin menekan peredaran rokok ilegal sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai dampaknya terhadap ekonomi, kesehatan, dan masa depan mereka,” ujar Joko Hendang dalam talksow yang dipusatkan di Museum Sangiran, Senin, (13/10/2025).
Ia menambahkan, penguatan karakter pemuda agar lebih disiplin dan taat aturan menjadi bagian dari tujuan utama kegiatan tersebut. Dispora Sragen juga memperkenalkan film pendek yang digarap khusus untuk kampanye anti-rokok ilegal. Film tersebut diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas, terutama kalangan muda yang lebih akrab dengan media digital.
“Sudah kita upload di Instagram Dispora, kita berharap konten yang dikemas santai ini dapat menjadi edukasi dimasyarakat,” papar Joko.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Bea Cukai Surakarta, Sony Wibisono, SE., MM, memaparkan peran Bea Cukai dalam mengawasi arus barang keluar masuk, termasuk pengendalian barang kena cukai. Sony menjelaskan pentingnya cukai sebagai penerimaan negara sekaligus instrumen pengendalian konsumsi.
Ia merinci perbedaan rokok legal dan ilegal, mulai dari keberadaan pita cukai asli, standar produksi, hingga aspek kesehatan. Menurutnya, rokok ilegal mudah dikenali dari ketiadaan pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, serta harga yang jauh di bawah pasar.
“Kerugian negara akibat rokok ilegal bukan hanya soal hilangnya penerimaan. Industri rokok legal dan para pekerjanya juga terdampak langsung,” kata Sony.
Dispora berharap pelibatan pemuda dalam kampanye ini dapat memicu gerakan kolektif di tingkat masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam ikut mengawal komitmen nasional memerangi peredaran rokok ilegal.





