GUNUNGKIDUL, (KH) – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa penataan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Proses tersebut akan dilakukan berdasarkan sistem merit, yakni mempertimbangkan kebutuhan, kompetensi, serta kualifikasi masing-masing aparatur sipil negara.
“Khusus untuk jabatan Panewu, sekretaris dinas, dan jabatan lainnya, Insya Allah pada bulan Agustus akan segera kami lakukan pengisian. Karena saat ini banyak posisi yang masih kosong,” ujar Endah, Kamis (24/7/2025).
Ia mencontohkan, beberapa posisi Panewu yang kosong di antaranya adalah Panewu Patuk, Wonosari, Karangmojo, dan Tanjungsari. Selain itu, banyak jabatan kepala bidang, sekretaris, dan jabatan struktural lain yang kosong karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun.
Sementara untuk jabatan strategis seperti Kepala Dinas, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya belum terburu-buru dalam melakukan rotasi. Saat ini, masih dilakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing kepala dinas.
“Untuk kepala OPD, kami tidak terburu-buru. Ini masih dalam tahap evaluasi,” jelasnya.
Di sisi lain, juga sedang dilakukan kajian terkait rencana penggabungan dua organisasi perangkat daerah (OPD), yang saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh Gubernur DIY.
Endah menegaskan bahwa proses penataan tidak hanya akan mengacu pada peraturan dan undang-undang yang berlaku, tetapi juga akan mempertimbangkan beberapa kriteria khusus, seperti kompetensi, usia, tingkat pendidikan, kapasitas, dan loyalitas.
“Ada satu hal penting lainnya yaitu kesetiaan. Jadi pemimpin itu harus setia,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keharmonisan dalam keluarga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kelayakan seorang pejabat. Menurutnya, seseorang yang tidak mampu menjaga keharmonisan dalam rumah tangganya, berpotensi membawa masalah serupa dalam kepemimpinan di lingkungan kerja.
“Kami utamakan yang keluarganya harmonis. Kalau setelah dilakukan profiling ternyata ada ketidakharmonisan, misalnya memiliki hubungan dengan wanita lain atau masalah rumah tangga lainnya, meskipun pendidikannya tinggi dan kompeten, saya pastikan tidak akan dipilih,” katanya.
Bupati menyatakan bahwa isu perselingkuhan dan ketidakharmonisan keluarga belakangan ini menjadi perhatian serius di lingkungan pemerintahan Gunungkidul.
“Karena ini sedang menjadi isu luar biasa di Gunungkidul. Baru kemarin ada, sekarang muncul lagi,” pungkas Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul ini.





