Bungapun Harganya Naik Turun

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, kabarhandayani.– Bunga tabur banyak digunakan masyarakat saat melakukan ziarah kubur. Di pasar Argosari harga bunga tabur belum stabil, karena itu belum bisa ditentukan harga saat lebaran nanti.

Harga yang semula pada bulan Ruwah atau bulan Syaban sekitar Rp 150.000,00 per kg, namun pada pertengahan puasa ini harga turun menjadi Rp 50.000,00 per kg. Pembeli biasanya membeli bunga tabur dengan keranjang yang terbuat dari bambu. Harga dalam ukuran keranjang kecil pada saat Ruwah mencapai Rp 30.000,00, namun pada bulan puasa turun menjadi Rp 15.000,00 per keranjang kecil.

Ginah (70), perempuan sepuh yang sudah berjualan bunga tabur selama kurang lebih 35 tahun mengatakan harga bunga tabur akan naik beberapa hari menjelang Lebaran. Bunga tabur yang biasa ia jual berasal dari Boyolali dan Magelang.

“Harga bunga tabur biasanya akan naik menjelang lebaran. Satu ons bisa mencapai Rp 20.000,00,” ungkapnya kepada KH Selasa (8/7/2014).

Ginah menambahkan, harga bunga tabur biasanya lebih bagus pada saat bulan Ruwah. Untuk hari-hari biasa, Ginah bisa memperoleh untung kurang lebih Rp 100.000,00 hingga Rp 200.000,00 per hari, namun bila keadaan ramai bisa mendapatkan Rp 600.000,00.

Bunga tabur yang laris diminati pembeli biasanya jenis bunga tabur seperti mawar merah, mawar putih, kenanga, dan kantil. Ginah berharap, menjelang lebaran ini penjualan bunga tabur meningkat. “Semoga tahun ini penjualan lebih laris dan pendapatan lebih meningkat dari tahun kemarin”, pungkasnya. (Danang/Hfs)

Komentar

Komentar