Berikut Penyebab Hujan Berdurasi Lama di DIY dan Jateng

oleh -
hujan
Pengendara motor melintas di jl Siraman-Wiyoko di tengah guyuran hujan. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Tiga hari terakhir hujan cukup merata mengguyur Kabupaten Gunungkidul. Hujan juga terjadi di wilayah DIY hingga seputar Jateng.

Saat ke Gunungkidul, Kamis (11/11/2021) kemarin, Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (Staklim BMKG), Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengungkapkan beberapa penyebab terjadinya hujan berdurasi lama belakangan ini.

“Diantaranya karena fenomena La Nina. Kami sudah pantau La Nina sejak akhir Oktober 2021. terpantau nilai anomali suhu muka laut sudah melebihi ambang batas. Ambang batas terjadinya La Nina itu -0,5 derajat celcius. Sedangkan pada akhir Oktober lalu fenomena La Nina terpantau sudah berada di angka -0,8 derajat celcius,” terang Reni.

Artinya, lanjut dia fenomena La Nina lemah dan sedang sudah terjadi dari Oktober kemarin. bahkan, akan berkembang dan terjadi sampai awal tahun depan.

“La Nina akan terjadi hingga Januari-Februari 2022, menurun Maret 2022. Sehingga dengan adanya La Nina, akan terjadi intensitas curah hujan di DIY yang lebih dari normal. Bertambah sekitar 20 hingga 60 persen,” terang Reni.

Adapun, pada Bulan November biasanya masyarakat DIY dan sekitarnya merasakan curah hujan bulanan antara 400-500 milimeter. Dengan adanya La Nina, nanti akan ada penambahan sekitar hingga 60 persen.

Selain akibat La Nina, curah hujan yang tinggi karena adanya gangguan low pressure area atau daerah tekanan rendah yang berada di sebelah barat daya Sumatera. Sehingga fenomena itu mengakibatkan konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah Jateng dan DIY.

“Tak hanya itu saja, masuknya Madden Julian Oscillation (MJO) di kuadran 3 di Samudera Hindia juga turut memicu curah hujan cukup tinggi,” terangnya.

Reni merangkum, ada beberapa faktor yang mempengaruhi curah hujan naik signifikan di Jateng dan DIY, diantaranya fenomena La Nina yakni suhu muka laut di Jateng DIY cukup hangat, MJO, dan low pressure area.

“Sementara kami prediksi hujan dapat terjadi hingga 5 hari ke depan,” imbuhnya.

Terkait fenomena tersebut, BMKG telah menyampaikan imbauan ke pemerintah daerah dan pihak berwenang bahwa akan dan telah terjadi La Nina lemah hingga moderat.

“Tentu saja agar para pihak melakukan tindakan antisipasi,” tukasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar