Desa Prima Putat Bikin Bolu Kelapa, Omzet Tembus Rp3 Miliar per Tahun

Penanggungjawab Pemasaran Bolu Kelapa Gumregah, Yuliatri Utami menunjukkan produk olahan Desa Prima Putat. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),— Keberhasilan program Desa Prima Putat di Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, patut diapresiasi. Unit usaha Bolu Kelapa Gumregah yang baru berjalan sekitar tiga tahun ini sukses menembus pasar dengan omzet fantastis. Dalam setahun, pendapatan yang dihasilkan mampu mencapai Rp3,3 miliar.

Admin Rumah Produksi Bolu Kelapa Gumregah, Yuliatri Utami, menjelaskan bahwa Desa Prima Kalurahan Putat berdiri pada 2018 dengan anggota kelompok ibu-ibu rumah tangga setempat. Pada awalnya, unit usaha yang dijalankan adalah produksi keripik pisang. Namun, usaha tersebut kurang berkembang karena banyaknya produsen serupa di Gunungkidul.

Kelompok kemudian mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue modern yang difasilitasi pemerintah. Setelah dihitung, harga produksi dinilai cukup tinggi, sementara target pasar yang dibidik adalah kalangan menengah ke bawah. Kondisi ini membuat kelompok kembali mempertimbangkan jenis usaha yang lebih tepat.

Sempat mengalami masa vakum karena belum menemukan konsep usaha yang sesuai, titik terang muncul pada akhir 2022. Saat itu lahir ide memproduksi bolu kelapa, dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan harga terjangkau untuk semua kalangan.

Para anggota kembali mengikuti pelatihan dan melakukan beberapa kali uji coba. Setelah hasilnya memuaskan, mereka mulai memberanikan diri memasarkan produk. Harga yang ekonomis dan cita rasa yang cocok di berbagai kalangan membuat bolu kelapa produksi Desa Prima Gumregah cepat dikenal masyarakat.

“Awalnya hanya tes pasar saat ada anggota yang punya hajatan. Ulih-ulihnya (bingkisan) menggunakan bolu kelapa produksi kami. Dari situ mulai dikenal warga sekitar Patuk hingga akhirnya meluas,” ujar Yuliatri, belum lama ini.

Sejak saat itu, pesanan terus berdatangan. Untuk memperluas pemasaran, produk dititipkan ke warung dan pasar-pasar di Gunungkidul serta wilayah Yogyakarta. Respons pasar yang positif membuat produksi terus meningkat, bahkan tetap berjalan meski tanpa pesanan hajatan.

“Kini kami sudah berani produksi ready setiap hari. Banyak yang datang langsung untuk camilan, hantaran, atau oleh-oleh ke luar kota,” tambahnya.

Produksi 10.000–20.000 Bolu per Hari

Setiap hari, Rumah Produksi Bolu Kelapa Gumregah mampu memproduksi sekitar 10.000 biji bolu. Pada momen tertentu seperti musim hajatan, jumlah produksi bisa mencapai 20.000 biji per hari. Harga jualnya pun terjangkau, yakni Rp1.000 hingga Rp1.500 per buah.

Terdapat empat varian rasa yang ditawarkan, yaitu pandan, moca, original, dan cokelat premium. Dari skala produksi tersebut, omzet bisa mencapai Rp200 juta per bulan atau lebih. Sepanjang 2024, total pendapatan bahkan menembus Rp3,3 miliar.

Dalam operasionalnya, 42 anggota dibagi menjadi dua shift, pagi dan siang. Proses produksi dimulai pukul 05.00 WIB untuk shift pagi, sedangkan shift siang dimulai pukul 13.00 WIB.

Pemasaran Bolu Kelapa Gumregah kini telah menjangkau pasar-pasar besar di Gunungkidul, wilayah DIY, hingga Jawa Tengah. Selain itu, penjualan juga dilakukan secara online melalui platform Sibakul serta pesanan langsung untuk hajatan dan acara tertentu.

“Setiap Senin dan Selasa kami rutin kirim ke pasar. Penjualan juga lewat Sibakul dan pesanan warga,” jelasnya.

Dari sisi kualitas, kebersihan ruang produksi dan pekerja menjadi perhatian utama. Fasilitas produksi telah berstandar BPOM dengan peralatan modern serta perizinan lengkap. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga mengalokasikan Dana Keistimewaan untuk pembangunan gedung produksi dan pengadaan oven.

Bolu kelapa ini dibuat dari tepung terigu, telur, gula, dan kelapa sebagai bahan utama. Satu resep adonan mampu menghasilkan sekitar 160 potong bolu ukuran sedang.

“Rasanya gurih. Kami tidak menggunakan bahan pengawet. Meski begitu, bolu bisa bertahan hingga satu bulan karena proses pemanggangan selama 80 menit, sehingga kering di luar tetapi tetap lembut di dalam,” pungkas Yuliatri.

Keberhasilan Desa Prima Putat melalui produksi Bolu Kelapa Gumregah ini menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi perempuan desa yang mampu bersaing di pasar regional hingga luar daerah.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait