GUNUNGKIDUL, (KH),– Belum lama ini, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau seluruh pengelola wisata alam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama karena intensitas hujan yang terus meningkat. Berdasarkan data yang dirilis, terdapat belasan destinasi wisata yang masuk kategori berpotensi bahaya dan memerlukan langkah antisipasi khusus.
Sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul termasuk di dalam daftar tersebut. Beberapa di antaranya adalah Goa Pindul, Nglanggeran, Kali Suci, hingga Heha Sky View. Pemerintah daerah bersama para pengelola pun melakukan berbagai langkah mitigasi agar aktivitas wisata tetap aman dan tidak menimbulkan risiko bagi pengunjung.
Pengelola objek wisata Kali Suci, Muslam Winaryo, menjelaskan bahwa upaya mitigasi telah diterapkan secara konsisten, terutama pada musim penghujan. Salah satunya adalah pemasangan SOP di pendopo Kali Suci agar wisatawan dan pemandu memahami aturan keselamatan.
“Saat air naik, semua kegiatan cave tubing kami hentikan. Saat hujan deras, aktivitas juga otomatis dihentikan,” terang Muslam baru-baru ini di Gunungkidul.
Ia menambahkan bahwa pihaknya memiliki parameter yang jelas untuk menentukan batas aman.
“Terdapat tanda batas muka air aman di aliran Kali Suci. Jika ketinggian air berada di bawah batas tersebut, kegiatan bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan oleh sesepuh objek wisata Goa Pindul. Menurutnya, jika hujan terjadi dan debit air meningkat, pintu masuk ke aliran Goa Pindul langsung ditutup.
“Sebelum air kembali normal, kegiatan wisata tidak dapat dijalankan,” ujarnya.
Pengelola Destinasi Wisata Nglanggeran, Lilik, menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan mitigasi risiko bencana. Penanaman pohon dilakukan secara rutin untuk menjaga kestabilan lingkungan, disertai pembenahan jalur air guna mencegah longsor.
“Setiap Sabtu kami melakukan pengecekan fasilitas dan jalur pendakian. Di area bawah juga dipasang informasi SOP risiko bencana, jalur evakuasi, dan petunjuk keamanan. Insya Allah mitigasi sudah siap, sehingga wisatawan dapat berkunjung dengan aman,” ujar Lilik.
Imbauan Dinas Pariwisata Gunungkidul
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyampaikan bahwa menjelang libur Natal dan Tahun Baru serta menghadapi cuaca yang tidak menentu, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengelola wisata. Isi imbauan tersebut mencakup peningkatan kewaspadaan, penguatan keamanan bagi wisatawan, serta pemeliharaan kebersihan lokasi.
“Pengelola kami imbau untuk menjaga pelayanan, meningkatkan keselamatan wisatawan, dan memperhatikan kebersihan,” kata Eko.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara OPD, pengelola wisata, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyambut kunjungan wisatawan dengan aman dan nyaman.





