Pemkab Gunungkidul Tegaskan Tidak Akan Naikkan Pajak di Tengah Pemangkasan Anggaran

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini menghadapi pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat akibat kebijakan efisiensi. Dampaknya, dana transfer yang dikelola daerah mengalami penurunan signifikan. Meski begitu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan tidak akan menaikkan pajak untuk masyarakat demi menutupi kekurangan tersebut.

“Kami tidak akan menaikkan pajak. Memang itu cara tercepat untuk menambah PAD, tapi saya pastikan tidak akan dilakukan. Kebijakan itu tidak realistis dan terlalu sensitif bagi masyarakat,” ujar Endah.

Bacaan Lainnya

Sebagai alternatif, Pemkab akan mengoptimalkan potensi pendapatan yang ada. Salah satunya adalah menagih tunggakan dari wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya. Selain itu, sektor reklame, aset daerah, dan retribusi juga akan dimaksimalkan melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Sesuai arahan KPK pekan lalu, kami akan menggali potensi yang sudah ada. Koordinasi dengan DPRD juga sudah dilakukan untuk membahas program optimalisasi PAD,” lanjut Endah yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono menambahkan, sesuai instruksi bupati, tidak akan ada kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun ini. Pertimbangannya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang masih lemah, terutama kalangan petani yang terdampak cuaca buruk.

“Ekonomi warga sedang sulit. Kami rasa tidak tepat jika menaikkan pajak sekarang,” jelasnya.

Hingga akhir Agustus, realisasi PAD dari sektor PBB-P2 telah mencapai Rp17,4 miliar, atau sekitar 60 persen dari target Rp25,5 miliar yang harus dicapai hingga akhir 2025.

Sementara itu, Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin, menyatakan DPRD dan Pemkab sepakat untuk tidak menaikkan pajak. Fokus saat ini adalah memetakan dan mengelola aset milik daerah agar bisa menjadi sumber pendapatan baru.

“Kami sedang inventarisir aset yang ada untuk kemudian dimanfaatkan secara maksimal. Ke depan akan ada program khusus untuk mendongkrak PAD,” tegasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait