7000 Kepala Keluarga di Gunungkidul Terdampak Kekeringan

oleh -3129 Dilihat
oleh
Kekeringan
Apel siaga darurat bencana kekeringan dilakukan jajaran Forkompinda Kabupaten Gunungkidul. (dok. Kominfo Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, (KH),— Dampak musim kemarau tahun ini dirasakan oleh warga Kabupaten Gunungkidul. Cakupan dampak, utamanya dalam hal pemenuhan air bersih pun cukup luas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono menyampaikan, saat ini ada 11 Kapanewon dan 7000 KK di Kabupaten Gunungkidul terdampak kekeringan.

“Prediksinya kemarau tahun ini akan berlangsung hingga 30 September,” kata Purwono usai Apel Siaga Darurat Kekeringan, Rabu (30/8/2023) pagi di Lapangan Kesatriyan Wonosari. Apel diikuti seluruh petugas BPBD, Forkompinda, relawan dan berbagai organisasi serta elemen masyarakat.

Dia menyebutkan, BPBD telah menyiapkan alokasi droping air bersih untuk tahun ini kurang lebih sebanyak 800 tangki air.

“Dari 800-an tangki air baru terpakai kurang lebih setengahnya. Jumlah yang disiapkan tahun ini dua kali lebih banyak dari tahun kemarin,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul mengatakan, digelarnya apel siaga darurat bencana sebagai bentuk komitmen bersama serta sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun peralatan pendukung.

“Apel juga dalam rangka meningkatkan kerjasama lintas sektoral serta memantapkan keterpaduan pelaksanaan tugas kemanusiaan bidang penanggulangan bencana khususnya bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Gunungkidul,” terang dia.

Sunaryanta mengungkapkan, saat ini capaian pemenuhan air bersih di Gunungkidul sehingga tersedia dengan mudah sepanjang tahun telah mencapai 89%. Sisanya akan terus diupayakan.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kondisi saat ini. Pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu dan mengatasi persoalan pemenuhan air bersih. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar