Ikan Guppy Dari Gedangsari Terbang Hingga Tiongkok Dan Amerika

oleh -
Surip dan teman-temannya di ruang budidaya ikan. (KH)
iklan dispar

GEDANGSARI, (KH),– Pemuda asal Pedukuhan Ngipik, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, Suranto Surip (30) merintis budidaya ikan Guppy sejak 2014 lalu. Perlahan ikan hias  yang memiliki nama lain ikan seribu, ikan cere, atau suwadakar ini memperoleh pasar.

Dengan peluang yang cukup terbuka, banyak warga dusun setempat kemudian ikut bergabung dalam kegiatan budidaya ikan Guppy pada tahun-tahun berikutnya. 11 pemuda yang tergabung bersama-sama mengembangkan budidaya ikan hias lantas menamai kelompok dengan sebutan “Rezeki Langit”.

Dengan terbentuknya kelompok, perhatian pemerintah daerah datang. Disperindag Gunungkidul memberikan fasilitas pelatihan kepada Surip dan teman-temannya. Untuk menambah wawasan, Surip dan kawan-kawannya sering pula memanfaatkan tutorial dari youtube.

“Pemasaran juga kami rintis ke kota-kota besar bahkan hingga luar negeri. Pemasaran dilakukan secara online. Sementara untuk pasar lokal kami jual secara secara offline,” terang pria kelahiran 14 Agustus 1990 ini.

Dengan usaha yang gigih, ikan Guppy hasil budidaya Surip laku hingga Thailand, Malaysia, Filipina, Tiongkok, Vietnam, bahkan Amerika Serikat.

Saat ditanya omset, Surip menyebutkan, dalam satu bulan, pendapatan kelompok pembudidaya ikan hias “Rezeki Langit” memperoleh uang antara Rp 15 hingga 20 juta.

Lebih jauh bapak dua anak ini menyampaikan, harga jual secara online dipatok mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta untuk tiap pasang ikan, Tinggi rendahnya harga menyesuaikan jenis dan variasi warna ikan.

“Saat ini omset penjualan secara online naik hingga 300 persen,” kata Surip.

Budi daya ikan yang digeluti Surip dan teman-temannya tak mulus tanpa kendala. Berdomisili di wilayah dengan topografi berbukit, air menjadi salah satu kendala yang utama. Namun berkat inovasi yang dilakukan, keutuhan akan air tak menjadi persoalan berarti.

“Kami manfaatkan botol air mineral bekas direkayasa menjadi sistem filter air yang bisa bertahan selama 2 minggu. Sehingga kebutuhan air tak begitu membebani,” imbuh Surip.

Selain mampu menjadi penopang kebutuhan rumah tangga para pembudidaya, hasil penjualan ikan Guppy juga mampu disumbangkan guna pembangunan dan perawatan infrastruktur di lingkungan mereka tinggal. (Kandar)

Komentar

Komentar