Gua Jepang, Peninggalan Penjajah Di Purwosari

oleh -
Gua Jepang di Purwosari. KH.
iklan dispar

PURWOSARI, (KH)— Sejarah mencatat, Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa-bangsa asing. Diantaranya Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang. Masa penjajahan jepang dikenal paling singkat diantara bangsa penjajah tersebut.

Penjajahan jepang berlangsung sekitar 3,5 tahun, yakni antara tahun 1942-1945. Selama menjajah di Indonesia Jepang banyak membangun gua-gua sebagai benteng pertahanan dan perlawanan dalam perang.

Gua-gua tersebut tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Diantaranya dibangun di Biak (Papua), Manado dan Kawangkoan (Sulawesi Utara), Kupang (NTT), Bali, Bandelit, (Jawa Timur), Bandung, Pangandaran, Garut (Jawa Barat), Bukittinggi dan (Sumbar), Brebes dan Banyumas (Jawa Tengah).

Sementara untuk di Yogyakarta, Gua Jepang dibangun di tiga lokasi yang berbeda. Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Ir Winarsih beberapa waktu lalu mengatakan, Gua Jepang di DIY di bagian utara berada di Kaliurang, untuk di bagian tengah kota di Pangkalan TNI AU Maguwoharjo, sedangkan di selatan berada di Pundong.

“Untuk Gua Jepang di bagian selatan letaknya berdekatakan dengan kawasan wisata pantai Parangtritis. Keseluruhan gua yang berada di selatan berjumlah 19 gua. Gua nomor 2-17 terletak di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Sedangkan gua nomor 1, 18 dan 19 terletak di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul,” paparnya.

Urainya, gua-gua yang dibangun tentara Jepang dibuat sistematis dan memiliki fungsi yang beragam. Ada yang difungsikan sebagai tempat perlindungan, penembakan, gudang penyimpanan senjata, dapur serta ruang pengintai.

Pembangunan gua di kawasan Pundong dimaksudkan untuk  memata-matai kedatangan tentara sekutu  yang mendarat melalui pantai selatan Jawa. Namun, dugaan Jepang salah, ternyata tentara sekutu mendarat di Malaka.

Pada tanggal 18-24 Agustus 2014 Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta melakukan ekskavasi di kawasan gua ini. Dari ekskavasi disimpulkan, gua-gua yang dibangun Jepang di kawasan pantai selatan Jawa ditinggalkan sebelum sempat digunakan dalam pertempuran.

“Kesimpulan tersebut berdasarkan tidak adanya temuan artefaktual di kawasan gua,” terangnya. Sebatas ditemukan beberapa lorong-lorong yang menghubungkan antara satu gua dengan gua lainnya.

Secara keseluruhan gua dalam kondisi terawat. Di kawasan ini terdapat delapan juru pelihara yang setiap pekan melakukan pembersihan dan perawatan. (Kandar)

Komentar

Komentar