Wujud Syukur, Nelayan Baron Gelar Sedekah Laut

oleh
Kenduri kegiatan Sedekah Laut. KH

TANJUNGSARI, (KH),– Sebagai ungkapan syukur nelayan Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul menggelar sedekah laut. Kegiatan yang berlangsung Senin, (8/10/2018) tersebut mengambil tema ‘Nyawiji Ing Tekad Sengkut, Makaryo, Gotong-royong, Ngayuh Rejekining Pangeran’.

Ketua Penyelenggara Sedekah Laut, Suwardi mengatakan, ungkapan syukur yang dilaksanakan juga teriring do’a agar para nelayan dalam mencari nafkah atau mengais rejeki dengan menangkap ikan di tengah samudera diberikan kemudahan oleh Tuhan.

“Semoga kegiatan ini dapat membuka kemudahan rejeki. Kegiatan sedekah laut juga merupakan usaha melestarikan kebudayaan jawa warisan nenek moyang,” jelas Suwardi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY, Gamal Laskar berpesan, sebentar lagi memasuki musim tangkap, karenanya nelayan harus bersiap. Diharapkan sedekah laut membuat nelayan semakin semangat sehingga nanti memperoleh hasil tangkapan yang memuaskan.

“Pantai Baron merupakan tempat pertama kali Nelayan Yogyakarta melaut. Saya berharap Pantai Baron ini tetap menjadi kampung nelayan walau berdampingan dengan kegiatan pariwisata,” harap Gamal.

Pihaknya menilai, nelayan Pantai Baron saat ini semakin dipermudah dengan percepatan infrastruktur berupa terbangunya JJLS. Dengan akses jalan yang lancar harapanya pertumbuhan ekonomi nelayan pantai Baron semakin meningkat.

Mewakili Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Drs Agus Kamtono mengungkapkan, terdapat banyak sekali destinasi wisata di Gunungkidul yang kaya akan tradisi budaya termasuk adat sedekah laut.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahun apabila dikemas serius dengan skala yang lebih besar serta dilengkapi penampilan seni budaya lokal dapat mengundang wisatawan.

Sementara itu, Kadis DKP Provinsi DIY, Bayu Mukti Sasongko menghimbu kepada nelayan agar taat pada aturan saat melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di laut. Di samping itu nelayan juga harus menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem laut.

“Kami menghimbau jangan membuang jaring di laut karena dapat merusak habitat ikan laut,” pintanya. (Kandar)

Komentar

Komentar