Wayang Surak, Karya Kreatif Anak Muda Gunungkidul

oleh
Wayang Surak, Karya Kreatif Anak Muda yang tergabung dalam Komunitas Gunungkidul Art Project. KH/Dwianjani
Wayang Surak, Karya Kreatif Anak Muda yang tergabung dalam Komunitas Gunungkidul Art Project. KH/Dwianjani

WONOSARI, (KH) — Jenis wayang di Indonesia sangar beragam, masing-masing bentuk, jalan cerita, karakter maupun jenis pembuatan membuat ciri khas terhadap warisan lokal budaya yang hingga kini masih menjadi daya pikat bagi negara lain.

Di Gunungkidul, komunitas pemuda perupa yang tergabung dalam Gunungkidul Art Project menciptakan jenis wayang baru yang mereka sebut wayang surak. Kata “surak” sendiri merupakan singkatan dari “suara rakyat”. Berbeda dengan jenis wayang lainnya yang dibuat dengan berbagai bahan dari kulit hingga menjadi sejumlah karakter, wayang surak dibuat dari kumpulan bahan bekas yang mudah ditemui seperti botol bekas dan koran bekas. Kendati berasal dari bahan tidak terpakai namun bentuk wayang surak tidak kalah menarik dengan wayang-wayang jenis lainnya.
Salah satu anggota GAP, Roni Ahmad Wahyudi menjelaskan, wayang surak mencerminkan semangat pemuda yang juga ingin melestarikan budaya melalui media apapun termasuk benda yang sudah tidak digunakan.
Ketika ditanya jalan cerita dalam wayang surak, Roni memaparkan bahwa di dalamnya terdapat pesan kepada pemuda tentang budaya dan kehidupan sosial. Tidak hanya itu beberapa kritik kepada pemerintah juga ditampilkan didalam pertunjukan wayang surak tersebut. Saat ini Roni bersama teman-teman dari GAP tengah mempopulerkan jenis wayang ini dengan menggelar pertunjukan wayang di beberapa cafe dan tempat berkumpul pemuda.
“Bahkan wayang ini bisa diiringi musik akustik khas remaja, kita bagaimana caranya mengajak pemuda agar suka dengan wayang jenis ini. Kritik kepada pemerintah kita hadirkan, tapi tidak berarti pemuda juga diajarkan untuk bergantung kepada pemerintah. Kita menyampaikan hal-hal agar pemuda bisa bersikap bijak,” imbuhnya Minggu (18/10).
Ia berharap, nantinya wayang surak bisa dikenal luas dan dipahami maksud serta tujuannya. Roni saat ditemui KH menunjukkan  sedikitnya tiga karakter seperti Anoman, Shinta dan tokoh animasi anak berbentuk kumbang. Nantinya, sejumlah tokoh juga akan diciptakan untuk melengkapi koleksi wayang surak khas pemuda Gunungkidul. (Maria Dwianjani).

Komentar

Komentar