Warno Trans: Potret Rintisan Wirausaha Perantau Muda

oleh
Warno Trans: Rintisan Wirausaha Perantau Muda Gunungkidul. Dok: Suwarno.
Warno Trans: Rintisan Wirausaha Perantau Muda Gunungkidul. Dok: Suwarno.

CIKARANG, (KH) — Suwarno, perantau muda asal Dusun Kemejing 1 Desa Kemejing Kecamatan Semin ini gigih menjalankan usaha jasa angkutan. Kini, dari rumah tinggalnya di kawasan Cikarang Bekasi, saban hari ia mengendalikan usaha jasa carteran penumpang dan angkutan barang. Jalur pengangkutan yang dilayani utamanya dari wilayah Jabodetabek ke wilayah Jateng, DIY, dan Jawa Timur dan juga sebaliknya. Warno Trans adalah nama unit usaha jasa angkutan yang ia jalankan.

“Setiap hari, setidaknya 2 truk masing-masing bermuatan 5-6 ton kami berangkatkan dari wilayah Jabodetabek kearah Jateng-DIY dan Jatim. Mayoritas barang-barang paketan pabrik mas. Selebihnya barang-barang umum, seperti pindahan rumah, perkakas, dan kendaraan bermotor. Sementara untuk carteran penumpang, biasanya carteran wisata dan keluarga-keluarga yang punya hajat pernikahan. Carteran wisata kebanyakan dari Jabodetabek ke arah Jateng dan DIY, sedangkan carteran keluarga punya hajat pernikahan, biasanya yang menuju ke wilayah Jabodetabek,” ungkap ayah 2 anak lahiran tahun 1985 ini.

Lebih lanjut, Suwarno mengungkapkan, awal mula menjalani bisnis jasa angkutan  sejak tahun 2009 ini adalah karena jaringan pertemanan dan kepercayaan kawan-kawannya yang sudah berusaha di bidang pengangkutan. “Awalnya, saya modal nekad. Saya mencoba menawarkan jasa pengangkutan barang kepada rekan-rekan yang memerlukan pengangkutan barang, khususnya dari Jabodetabek ke Jateng dan DIY. Teman-teman saya dari kampung ada banyak yang bekerja membawa truk ke kawasan Jakarta. Daripada mereka pulang tanpa muatan, ini ada barang yang perlu diangkut dari pabrik dan juga barang-barang titipan teman-teman, maka berjalanlah usaha ini mulai dari kecil-kecilan ini,” kisahnya.

Warno berkisah, tahun 2003 adalah awal mula ia merantau meninggalkan desanya. Pertama kali ia bekerja di pabrik elektronik di kawasan Cikarang Bekasi. Menjalani rutinitas sebagai pekerja pabrik, ia berpikir bagaimana memperoleh tambahan penghasilan diluar gaji bulanannya. Dalam pergaulannya dengan teman-temannya sesama perantau dari kampung dan perantau dari daerah lain, ia melihat ada peluang bisnis pengangkutan karena adanya pergerakan para perantau saat-saat hari raya dan waktu libur. Pergerakan orang itu dilihatnya juga diikuti pergerakan aneka barang penunjang perantau. Di sisi lain, ia juga melihat bahwa beberapa pabrik secara rutin pasti mengirimkan produk ke berbagai wilayah.

Melihat potensi pasar tersebut, meskipun masih sebagai pekerja pabrik, dengan tekad bulat untuk meningkatkan penghasilan Suwarno mulai menawarkan jasa angkutan barang, jasa pindahan rumah, juga menawarkan carteran angkutan penumpang ke semua kenalan. Gayung bersambut, apa yang dilakukan Suwarno ternyata mendapat respon positif. Mereka yang memerlukan jasa angkutan barang dan penumpang mempercayakannya kepada Suwarno.

Rupanya bisnis sampingan yang dijalankan Suwarno ini mampu berkembang pesat. Ia merasa bersyukur atas penghasilannya yang diperoleh baik sebagai pekerja pabrik maupun penghasilan tambahan dari bisnis jasa angkutan yang dijalaninya. Karena dirasa lebih nyaman mendapatkan penghasilan dari rintisan wirausahanya tersebut, maka ia pun memutuskan berhenti kerja dari pabrik pada tahun 2012. Selanjutnya ia menekuni usaha jasa angkutan ini secara penuh.

Saat ini, selain memiliki armada angkutan barang, Suwarno memiliki jejaring yang cukup handal dengan para mitra penyedia jasa angkutan barang penumpang baik di wilayah Gunungkidul, Jogja, Klaten, Semarang, dan Surabaya. Kerjasama atas dasar kepercayaan dan saling menguntungkan selalu menjadi dasar usaha yang ia jalankan.

“Saya terus berusaha melayani jasa carteran barang dan penumpang dengan sebaik-baiknya,” ujar Suwarno. Ini rupanya yang menjadi kunci keberhasilan usahanya. Kiat dan semangat memberikan pelayanan terbaik itu juga ia tanamkan kepada seluruh rekan kerjanya yang menggantungkan rejeki pada usaha jasa angkutan yang dirintisnya ini.

“Kami terus mendapatkan kepercayaan dari konsumen, baik pabrik-pabrik yang mengirimkan barang maupun konsumen umum yang memerlukan jasa pengangkutan barang, pindahan rumah, dan sebagainya. Konsumen untuk carteran penumpang, utamanya untuk carteran keluarga yang sedang punya hajatan selalu ada. Karena itu, saya dan seluruh mitra kerja berusaha memberikan pelayanan terbaik. Kalau sampai pelanggan kecewa, itu tanda kami akan seret mendapatkan rejeki,” imbuhnya.

Dari hasil kerja keras sebagai karyawan pabrik dan wirausaha jasa angkutan ini, Suwarno mampu belikan rumah di salah satu perumahan di Cikarang. Rumah ini yang juga ia jadikan base-camp dalam menjalankan bisnisnya. Kebahagiaan Suwarno lainnya dari menjalankan usaha ini adalah ia juga dapat memperbaiki rumah orang tuanya di kampung halaman dan rumah mertuanya di Brebes.

Diluar aktivitasnya menekuni jasa pengangkutan carteran barang dan penumpang, Suwarno juga aktif mengikuti kegiatan sosial perkumpulan warga muda perantauan. “Saya ikut kegiatan sosial warga perantau dari Semin dan juga ikut perkumpulan Ikaragil. Sebagai warga perantau, saya ingin menjaga semangat untuk terus bekerja keras, karena semangat bekerja keraslah yang menjadikan saya bisa bertahan hidup dan berkembang lebih baik,” pungkasnya. (Jjw).

___

Apabila ada di antara pembaca yang membutuhkan layanan jasa carteran barang dan penumpang, bisa menghubungi: Warno Trans// Gunungkidul18 Trans : Tour & Travel Wisata Elf, Avanza, Microbus, Bus dan Truk Jasa Pindahan Rumah/Kantor dan PAKET BARANG Antar Kota/Propinsi (Jawa-Bali-Sumatera) 085717358493/ 081905652410.// 081218192775 Waatshap/bbm 2970ff3a

Komentar

Komentar