Warga Semanu Tengah Ditemukan Meninggal dengan Jerat Tali di Leher

oleh
Dusun Semanu Tengah Semanu Gunungkidul. Dok: googlemaps,

SEMANU, KH.- Peristiwa kematian yang ditengarai merupakan tindakan bunuh diri kembali terjadi di wilayah Gunungkidul. Suparno (43) warga Padukuhan Semanu Tengah Desa Semanu Kecamatan Semanu ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di kamar tidur dalam kondisi terdapat jerat tali di lehernya pada Rabu pagi (12/9/2018).

Berdasarkan penelusuran KH, peristiwa ini diketahui pertama kali oleh Baryadi, adik ipar korban. Mulanya, pada Rabu pagi tadi, Baryadi dan ayahnya mengira Suparno masih tertidur lelap. Mereka berniat membangunkan, namun menjadi curiga karena beberapa kali pintu diketuk tidak terdengar jawaban.

Kemudian pintu kamar pun didobrak oleh keluarga. Begitu pintu terbuka, keluarga sontak menjerit histeris karena mendapati Suparno dalam posisi tersandar kaku di sudut tempat tidur dan terdapat lilitan tali yang menjerat lehernya. Suparno sudah tidak merespon saat dibangunkan, rupanya ia sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jeritan histeris keluarga di pagi hari tersebut sontak mengagetkan warga setempat. Warga berdatangan ke rumah kejadian. Sejumlah warga setempat kemudian berinisiatif melapor ke aparat kepolisian setempat.

Petugas Polsek Semanu yang datang ke lokasi kejadian bersama petugas medis puskesmas setempat segera melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Dari hasil pemerikaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda yang menunjukkan adanya tindakan penganiayaan kriminal di tubuh korban. Hanya ditemukan luka akibat jeratan di bagian leher korban, di mana masih terdapat tali tambang plastik yang melingkar di leher korban. Sementara di atas tempat tidur, tepatnya di atap kayu juga terdapat tali tambang yang terputus.

Berdasarkan penuturan dari keluarga, keadaan ekonomi Suparno cukup mapan. Keluarga juga tidak menemukan gelagat yang mencurigakan untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Kasi Humas Polsek Semanu Apitu Ngadiranto memberikan keterangaan, bahwa saat ditemukann korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dugaan kuat mengarah pada aksi bunuh diri dengan menggantung diri. Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus menelusuri motif dari tindakan yang dilakukan Suparno.

“Korban juga tidak sedang mengalami sakit. Kita masih menelusuri motifnya,” ungkap Ngadiranto. (Bara).

***

Catatan Redaksi: Bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan. Ayo bantu keluarga dan tetangganya untuk bisa pulih dari dampak bunuh diri dengan cara berempati dan tidak menghujat dan menjelekkan pelaku bunuh diri dan keluarga. Mendampingi pemulihan seseorang yang rentan masalah kejiwaan bersama-sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan apabila perlu menyambungkan dengan petugas kesehatan terdekat dapat menjadi cara turut mencegah bunuh diri.

 

Komentar

Komentar