Wantimpres: 20 Tahun Lalu Memprihatinkan, Sekarang Gunungkidul Ngehits

Watimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc saat berkunjung ke kawasan Embung Nglanggeran. foto: dok. Desa Wisata Nglanggeran.

PATUK, (KH)— Berkunjung ke Gunungkidul, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc mengaku kagum. Saat Kunjungan dalam rangka peninjauan terkait pembangunan perdesaan, daerah tertinggal dan pengembangan pariwisata, dirinya tak henti memuji perkembangan wisata di Gunungkidul.

Sebagaimana saat Watimpres mengunjungai Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, dirinya seakan tidak menyangka terjadi perubahan sedemikian jauh. “Gunungkidul pada 15-20 tahun lalu persepsinya kering, miskin, juga kurang air dan tandus. Kalau dengar Gunungkidul prihatin. Siapa sangka sekarang ngehits menjadi tujuan wisata,” ujarnya memuji disela melihat kawasan Embung Nglanggeran, Jum’at, (3/2/207).

Perempuan kelahiran 1960 ini mengutarakan, upaya pengembangan wisata memiliki banyak dukungan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Karena dicontohkan seperti di Nglanggeran ini, telah terdapat bukti berupa dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah tujuan wisata, hal tersebut tentu turut mendorong memajukan daerah.

Menurut dia, Pemda patut diapresiasi karena telah melibatkan masyarakat dan anak-anak muda yang penuh dengan kreatifitas. Sehingga Nglanggeran saat ini perkembangannya dapat dinilai cukup hebat. Dahulu dapat dikatakan seolah tidak ada apa-apanya, apabila orang mau datang merasa segan karena infrastruktur dan lokasi tujuan tidak menarik.

“Tetapi sekarang rata-rata hampir satu ribu orang tiap hari, kalau libur besar bisa sampai tiga ribu lebih. Pemerintah pada dasarnya sangat mendukung perkembangannya, entah infrastrukturnya, ataupun juga terkait penyediaan kebutuhan airnya,” imbuh Sri Adiningsih.

Sementara itu, pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Sugeng Handoko bersyukur atas kesempatan kunjungan kali ini. dengan adanya kunjungan pihaknya bisa menyampaikan langsung proses perkembangan desa wisata dan rencana pengembangannya.

“Kami sangat senang karena Nglanggeran dinilai menjadi desa yang berkembang dan diharapkan bisa memberikan contoh desa-desa lain di Indonesia. Nglanggeran dapat lebih maju dengan pola pemberdayaan masyarakat menggunakan konsep Community – Based Tourism (CBT),” urai Sugeng.

Alasan lain mengenai dampak positif dari kunjungan yakni dapat menjadi jalinan silaturahmi yang baik pada forum yang terselenggara. Turut hadir dalam penyambutan diantaranya, Bupati Gunungkidul, Badingah S. Sos, Wabup, Dr Immawan Wahyudi M. Hum, Pimpinan salah satu CSR, kepala SKPD terkait dan juga BPTBA LIPI, camat, dan pemerintah desa. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar