Volume Sampah Terus Naik, Kesadaran Pengelolaan Diperlukan

oleh
Wakil Bupati, Immawan Wahyudi melihat pameran produk daur ulang sampah. (Foto: Tuty Srikandi)

WONOSARI, (KH),– Kesadaran secara mandiri dalam mengelola sampah sangat diperlukan. Mengingat, volume sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Wukirsari, Baleharjo, Wonosari terus mengalami kenaikan.

Pada kesempatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang dilaksanakan di TPAS Wonosari, Jum’at, (23/2/2018) Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengutarakan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat dan memberikan contoh tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar.

“Pengetahuan dan kesadaran pengelolaan sampah sangat penting. Sebab kebersihan merupakan kewajiban yang absolut,” ujar Immawan.

Senada dengan wakil bupati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Agus Priyanto mengungkapkan, pemerintah akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Edukasi dilakukan agar masyarakat mampu memilah sampah dan menjadikan sampah memiliki nilai ekonomi tinggi. Saat ini telah ada karangtaruna dibeberapa desa dan institusi pendidikan yang mengelola sampah secara mandiri. Dari sampah tersebut mampu mendatangkan penghasilan.

“Sampah yang masuk di TPAS terus naik. 2016 ada 3.162 meter kubik, Tahun 2017 pada bulan Januari meningkat menjadi 3.654 meter kubik dan pada Tahun 2018 pada bulan yang sama volume sampah yang masuk sebanyak 3.477 meter kubik,” papar Agus.

Selain memberikan pemahaman dan mendorong kesadaran pengelolaan sampah, untuk mengurangi volume sampah yang masuk di TPAS, pemkab juga berencana akan membangun bank sampah di tiap desa.

Saat ini, selain sampah rumah tangga, Dinas Lingkungan Hidup saat ini juga mengambil alih pengurusan sampah wisata yang sebelumnyanya dikelola oleh Dinas Pariwisata. Pihaknya mengaku masih kekurangan SDM sebab saat ini hanya ada petugas sebanyak 22 orang.

Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Gunungkidul juga digelar beragam kegiatan, diantaranya; lomba pungut sampah dan pameran produk daur ulang sampah.

Salah satu peserta pameran produk hasil daur ulang sampah, SMP N 1 Ponjong memajang berbagai peralatan dari sisa industri meubel seperti, vas bunga, tempat lilin, tempat pensil, rak buku, tempat Koran, gantungan baju, gantungan topi, dan lainnya.

“Kami juga membuat kompos untuk pupuk dan membuat pestisida organik dari sampah,” imbuh Tutik Suprapti salah satu pendidik di SMP N 1 Ponjong. (Wibowo/K)

Komentar

Komentar