Varietas Padi Jenis Mekongga Hasilkan 8,4 Ton Gabah Per Hektare

oleh
Panen raya padi varietas Mekongga di Paliyan. KH

GUNUNGKIDUL, (KH),– Padi varietas Mekongga yang dikembangkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gunungkidul mampu menghasilkan gabah sebanyak 8,4 ton per hectare.

Jumlah tersebut didapat dari panen raya di kawasan uji coba pengembangan yang dilaksanakan di Bulak Muntuk, Mulasan, Paliyan, beberapa waktu lalu. Kepala BPTP DIY, Joko Pramono, mengatakan, padi jenis Mekongga cocok dikembangkan di ladang tadah hujan.

“Varietas Mekongga cocok di sawah tadah hujan, sejak semai hingga panen umurnya mencapai 155 hari,” terang Joko.

BPTP Yogyakarta terus mendorong petani mampu memilih varietas sesuai agroekosistem setempat dan preferensi petani, serta memahami sistem mutu benih. Pada bulan januari dan februari tahun ini pihaknya tengah mengupayakan pemenuhan Luasan Tambah Tanam (LTT).

”Dari target 10 ribu hektare saat ini sudah terealisasi sebanyak 50 ribu hektare. Dalam memenuhi LTT kami sudah menyiapkan 80 ton benih varietas unggul baru yang siap diberikan kepada petani secara gratis,” ujar Joko.

Saat ini BPTP juga tengah menerapkan teknologi rekasaya tanam yang dilaksanakan di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari dan kecamatan Girisubo. Dalam teknologi ini BPTP mendorong petani untuk mampu menanam dua kali dalam setahun di tanah/ lahan tadah hujan. (Wibowo)

Komentar

Komentar