Upacara 17-an Di Dalam Gua Sedalam 1 Km Dan Semangat Atasi Krisis Air

oleh
Upacara di dalam Gua Pulejajar. KH.

GIRISUBO, (KH),– Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memperingati Dirgahayu Republik Indonesia (RI) ke 74. Seperti yang dilakukan puluhan komunitas susur gua di Gua Pulejajar. Mereka kembali menggelar Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74 di dalam gua. Gua sedalam 1200 meter itu menjadi tempat pengibaran Bendera Merah Putih pada, Sabtu, (17/8/2019) kemarin.

Disampaikan Ketua Komunitas Merangkul Bumi (KOMBI), Rubiyanto, banyak komunitas dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan upacara di dalam gua yang berada di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul itu. Mereka datang dari seputar Yogyakarta dan Solo.

Ia menyebutkan, diantaranya ada peserta dari Pammat Polda DIY, ACY, ASC, KRI, Landrover Unit Rescue, Kompos UNS, KOMBI, BWA, Menwa Mahakarta dan lain-lain. “Personil keseluruhan ada 89 orang, 70 yang masuk gua, 61 orang mengikuti upacara, sementara yang lain bersiaga sebagai rescue,” kata dia saat dihubungi.

Adapun petugas pengibar bendera diantaranya datang dari Polda DIY yakni Ali dibantu dua petugas lain dari KOMBI, Antok dan Datuk.

Pelaksanaan upacara ini telah dilaksanakan beberapa kali tiap datang momentum 17 Agustus setiap tahunnya. Upacara 17-an di gua mewarnai upaya pengaliran air dari dalam gua untuk warga Desa Jepitu dan sekitarnya yang masih diupayakan terus menerus.

Lebih jauh disampaikan, semangat gerakan sosial yang disebut gugurgunung caver yakni berusaha mengalirkan air dari dalam gua ke mulut gua hingga ke pemukiman masih berjalan. Sebelumnya, baru satu pipa berdiameter 2 inchi yang dipasang. Debit aliran airnya kurang lebih 1,233 liter per detik.

Dengan adanya penambahan pipa dari BWA dan TNI dirinya berharap debit naik minimal 4 liter perdetik. “Kami pasang lagi dua pipa berdiameter 3 inchi. Teknisnya memang cuma sambung-sambung pipa, tapi karena medan yang ekstrim membuat kegiatan ini cukup sulit dan memakan waktu yang lama,” terang Rubiyanto lagi.

Jika upaya di Gua Pulejajar dianggap cukup, komunitas KOMBI dan yang lain akan berpindah tempat kembali melakukan gugurgunung caver, mengeksplorasi gua dan mengangkat air.

“Semoga gugurgunung caver  tidak hanya dilakukan di Pulejajar tapi merambah ke daerah lain. Siapa tahu ada sumber air yang bisa kita optimalkan keberadaannya dimanfaatkan oleh masyarakat,” tukas Rubiyanto. (Rado)

Komentar

Komentar