Uji Coba Sistem Larikan Gogo Super di Hutan Kayu Putih Mengger Siap Dipanen

oleh
Uji coba metode tanam Largo Super di Hutan Kayu Putih Mengger Nglipar. Foto: RY.

NGLIPAR, (KH).- Uji coba penerapan teknologi (demonstration farm) sistem tanam padi Largo Super (Larikan Gogo Super) seluas 100 ha oleh Balitbangtan di hutan kayu putih Mengger Nglipar siap dipanen. Demikian hasil monitoring yang dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan dan BPTP Yogyakarta pada Jumat (1/3/19) lalu.

Seluruh anggota Tim Monitoring tersenyum ceria, karena siap dipanennya pertanaman padi gogo yang dibudidayakan di bawah tegakan hutan kayu putih. Dalam uji coba ini, terdapat 7 varietas padi gogo yang ditanam, yaitu varitas: Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Inpago Unsoed, dan Inpari 42.

Hasil monitoring menunjukkan, pertanaman padi gogo tampak sehat karena pemberian pupuk hayati Agriceplus sebagai selimut benih dan pemberian biodekomposer pada tanah, sehingga unsur hara dapat diserap dengan maksimal oleh tanaman.

Kemudian penyemprotan Bioprotektan juga dilakukan untuk melindungi padi dari wereng. Juga dilakukan penyemprotan biosilika untuk melindungi pertanaman padi dari jamur Pyricularia penyebab patah leher (neck blast).

Uji coba sistem tanam Largo Super di lahan hutan kayu putih tersebut mendapatkan dukungan dan perhatian penuh dari kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, penyuluh lapangan, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT).

Tak kalah penting adalah peran aktif anggota kelompok tani Desa Mengger yang berjumlah 220 orang. Mereka menjadi kunci keberhasilan hasil panen yang lebih baik dibandingkan panen panen sebelumnya atau sebelum teknologi Largo Super ini diterapkan.

Dijadwalkan pada Jumat (8/3) mendatang akan dilaksanakan panen raya oleh Bupati Gunungkidul dan Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian. (RY/DispertanGk/Bara).

Komentar

Komentar