Tradisi Bersih Sumber Gunungbang Sedot Ratusan Wisatawan

oleh
Tradisi bersih kali Gunung Bang Bejiharjo. Foto: Juju.
Tradisi bersih kali Gunung Bang Bejiharjo. Foto: Juju.

KARANGMOJO,(KH)— Masyarakat Padukuhan Gunung Bang Desa Bejiharjo Karangmojo kembali menggelar tradisi bersih kali atau bersih sumber yang bertempat di Sumber Panguripan padukuhan setempat, Senin (13/4/2015). Acara ini dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kota di Yogyakarta.

Modin atau juru kunci Sumber Panguripan, Suryadiyanto Satino mengatakan, bersih sumber dilaksanakan pada Senin Pahing, tepatnya usai masyarakat menggelar panen pari gogo (padi lahan kering). Ritual ini merupakan bentuk wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang dihasilkan.

“Pelaksanaan ritual ini sudah ditentukan oleh nenek moyang, sejak dulu kala pelaksanaanya selalu Senin Pahing,” katanya ditemui di sela acara.

Dia menjelaskan, ada tiga sumber yang terdapat di Sumber Panguripan. Sumber Wedok, Sumber Lanang, dan Peceren. Konon sumber tersebut merupakan petilasan dari Sunan Gunung Jati. Selain disakralkan, keberadaan Sumber Panguripan banyak digunakan warga untuk kepentingan irigasi pertanian.

“Sumber ini tidak pernah kering sepanjang masa. Keberadaanya cukup bermanfaat bagi masyarakat untuk pertanian. Khususnya saat musim kemarau,”paparnya.

Satino mengatakan, ada ubo rampe yang wajib dihadirkan dalam pelaksanaan ritual tersebut. Beberapa jenis makanan hasil bumi yang dibawa masyarakat seluruh dimasukan dalam “Encek” sebuah tempat yang terbuat dari pelepah pisang yang dibuat berbentuk segi empat.

Beberapa makanan hasil bumi wajib dibawa, diantaranya uwi, gembili dan kimpul. Makanan tersebut mempunyai filosofi dan erat kaitannya dengan masyarakat di Padukuhan Gunung Bang dan Bejiharjo. Makanan ini wajib dihadirkan saat ritual digelar dipadukan dengan ubo rampe lainya.

“Selain uwi, gembili dan kimpul ada kupat, beras dan ingkung ayam. Semua dijadikan satu dalam encek dan dibawa ke pendopo sumber. Usai didoakan, makanan langsung kita bagikan pada masyarakat untuk dinikmati.” terangnya.

Prosesi acara ritual bersih sumber dimulai dengan acara kerja bakti oleh masyarakat. Kemudian saat prosesi berlangsung, sang juru kunci terlebih dahulu membersihkan sumber air dengan doa dan bunga. Kemudian acara dilanjutkan dengan arak-arakan bregodo lombok abang yang diperankan oleh warga Padukuhan Gunung Bang.

Usai acara doa bersama, ratusan encek yang sudah dibawa warga kemudian dibagikan untuk dimakan bersama-sama. Selanjutnya dilanjutkan dengan pertunjukan ledek. Satino mengatakan, ledek tidak boleh ditinggalkan dalam ritual tersebut.

“Ledek dengan langgam ijo-ijo tidak boleh ditinggalkan, karena konon ini merupakan tembang kesukaan dari Sunan Gunung Jati,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul Eli Martono mengatakan, tradisi bersih sumber merupakan atraksi ritual yang kini sudah dimasukan dalam jadwal pertunjukan budaya di Disbudpar Gunungkidul. Pihaknya berharap acara tersebut tetap dilestarikan.

“Atraksi Budaya ini (bersih sumber) sudah kita masukan dalam calendar of event selain dilestarikan, tradisi ini juga mampu menyedot wisatawan karena memang keberadaanya tidak jauh dari destinasi wisata Goa Pindul,”tambahnya.

Eli menjelaskan, ada sekita 15 even atrasi budaya di Kabupaten Gunungkidul yang kini sudah masuk dalam agenda Disbudpar. “Atraksi budaya yang penyelenggaraanya tidak berubah-ubah, kita masukan dalam calender of event,” tandasnya. (Juju)

Komentar

Komentar