Tradisi Babat Dalan Dilakukan Setelah Musim Panen Selesai

Petani ketika panen
Petani ketika panen

PALIYAN, (KH) — Musim panen telah selesai dilakukan oleh sebagian warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Beberapa persawahan nampak sudah gundul kembali setelah tanaman padi selesai dibabat.

Warga terlihat sibuk dalam mengolah hasil panen, seperti merontok padi, menaruh jagung di atas pawon, dan lain sebagainya. Setelah memanen, warga menyimpan sebagian hasil panen sebagai persediaan makanan.

Sesuai tradisi yang ada di Desa Giring, Kecamatan Paliyan, ketika musim panen telah selesai, dilakukan tradisi babat dalan. Tradisi babat dalan diikuti oleh 9 padukuhan di Desa Giring.

Selaku sesepuh Desa Giring, Darno Suwito mengatakan, setiap warga membawa weton dan dikumpulkan di balai Desa Giring.
“Akan ada kenduri bersama dan dibagikan kepada semua warga sama rata,” kata Darno Suwito, Minggu (15/03/2015).

Babat dalan lanjut dia, dilakukan untuk melestarikan tradisi yang ada. Selain itu merupakan bentuk ucapan syukur akan hasil panen yang diterima warga. “Babat dalan dilakukan sebelum berlangsungnya tradisi rasulan,” ucapnya.

Selain kenduri, dalam tradisi babat dalan juga terdapat sebuah kegiatan membersihkan tanaman liar maupun sampah yang berada di sepanjang jalan di Desa Giring. Tradisi babat dalan selalu dilakukan warga Desa Giring pada Hari Jumat Kliwon.

Ia menambahkan, generasi muda tetap peduli terhadap tradisi yang ada di tempat asal. Ditambah Desa Giring merupakan salah satu Desa Budaya yang ada di Gunungkidul.

“Sebuah tradisi atau kebudayaan semestinya dilestarikan dan dijaga,” pungkasnya. (Atmaja)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar