Tips Memilih Sapi yang Baik

oleh

WONOSARI, (KH) — Di hari raya Idul Adha sejumlah sapi dan kambing disembelih untuk kepentingan ibadah. Tentu saja hal ini mempengaruhi jumlah stok hewan ternak di beberapa daerah penghasil daging termasuk para peternak dan petani di Gunungkidul.
Setelah hari raya Idul Adha berlalu para petani dan peternak yang telah menjual sapinya biasanya akan mulai berburu bibit sapi (pedhet) untuk dibesarkan atau digemukkan. Setelah beberapa lama dipelihara para peternak akan berspekulasi menjual kembali di saat yang tepat seperti di moment Idul Adha.
Dalam memilih bibit sapi ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sehingga pada proses penggemukkan dapat berjalan sesuai dengan target berat dan waktu yang telah direncanakan. Bibit sapi yang baik merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha penggemukan ternak sapi.
Biasanya, usaha ternak penggemukan sapi lebih memilih sapi jantan dibandingkan betina dengan perbedaan harga yang cukup tinggi. Berikut beberapa cara untuk memilih bibit sapi yang baik yang berhasil dihimpun KH dari berbagai sumber sebagai bahan pertimbangan dalam mengenali ciri-ciri sapi yang baik untuk digemukkan.
Setelah menentukan jenis kelamin sapi, langkah pertama yang harus diperhatikan adalah dengan memperhatikan proporsi badan sapi dari segala arah untuk mengetahui kondisi fisik sapi secara menyeluruh. Jangan sungkan untuk mempertanyakan asal usul sapi serta latar belakang kesehatannya.
Perhatikan keadaan kepala sapi yang besar namun tetap seimbang dengan badannya. Leher yang besar kuat dan tebal bergelambir juga merupakam salah satu ciri fisik sapi yang baik.
Peternak juga perlu memperhatikan punggung sapi yang harus lurus sejajar dan tidak melengkung atau bengkok. Mulut sapi juga harus datar atau sering disebut papak. Tulang rusuk tidak boleh terlalu melengkung ke dalam sehingga terkesan kurang berisi.
Jumlah testis sapi jantan atau puting sapi betina harus normal. Sapi jantan memiliki dua testis sedangkan sapi betina memiliki empat buah puting. Sementara besar pangkal ekor sapi hingga ujung ekor harus mempunyai ukuran besar yang tidak berbeda jauh. Sedangkan kaki tidak boleh pincang serta besar dan kokoh.
Makelar sapi akan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kualitas sapi. Makelar yang terpercaya cenderung akan berkata jujur tentang keadaan sapi yang dijualnya. Maka disarankan, jangan salah pilih makelar atau penjual sapi agar nantinya tidak merasa tertipu dengan keadaan sapi yang sebenarnya.(Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar