Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian, Kemendes Bangun Embung Dan Penggilingan Gabah

oleh
Peresmian embung sekaligus uji coba Rice Mill Unit di Karangmojo, Gunungkidul oleh Dirjen PKP Kemendes PDTT. KH/ Wibowo.

KARANGMOJO, (KH),– Demi meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian petani di Gunungkidul Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun embung dan Rice Mill Unit (RMU) atau penggilingan gabah di salah satu desa di Gunungkidul.

Bantuan melalui Direktorat Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP) tersebut diperuntukkan bagi Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Dirjen PKP Kemendes PDTT, Ahmad Erani Yustika, Sabtu, (27/1/2018) kemarin meresmikan bantuan tersebut.

Disela peresmian pihaknya menyampaikan harapan, pembangunan embung dan penggilingan padi tersebut dapat mendorong kedaulatan pangan di Pedesaan. Embung dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman petani, sementara penggilingan padi dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

“Pada tahun 2017 Ditjen PKP Kemendes PDTT telah membangun 22 lokasi Embung Kawasan Perdesaan dan 21 lokasi penggilingan gabah dengan mesin RMU di seluruh Indonesia,” terang Ahmad Erani Yustika.

Menurutnya, hal tersebut diyakini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama petani. Sebagaimana diketahui, Rice Mile Unit yang dibangun memiliki kapasitas hasil hingga 1 ton per jam. Keberadaannya dapat difungsikan untuk melayani penggilingan gabah di kawasan Kecamatan Karangmojo yang memiliki luas padi ladang 2.925 ha dan luas lahan padi sawah mencapai 610 ha.

Selain untuk mengaliri lahan pertanian di sekitar embung yang mencapai 15 hektar, rencananya embung juga akan dimanfaatkan guna pengembangan tanaman buah di kawasan tersebut yang memiliki luas sekitar 50 hektar.

Sementara itu Camat Karangmojo, Wastana mengatakan, di kawasan tersebut tersebut juga diharapkan dapat menjadi destinasi pariwisata baru yang menarik di kawasan perdesaan. Dirinya meminta agar bantuan embung dan RMU tersebut dengan serius dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk mendukung pertanian masyarakat di wilayahnya yang masih sangat luas.

“Embung dan RMU nanti akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes. Saat ini pihaknya menyatakan sudah ada 9 Desa yang setuju bergabung didalamnya,” jelas Wastana. (Wibowo)