Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Sekolah Siaga Bencana Dibentuk

oleh
Peresmian SSB di SMKN 1 Tanjungsari. doc. SMKN 1 Tanjungsari.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Tiga sekolah di Kabupaten Gunungkidul dibentuk menjadi Sekolah Siaga Bencana (SSB). Tiga sekolah tersebut meliputi SMKN 1 Tanjungsari, SMKN 1 Gedangsari, dan SMKN 2 Purwosari.

Ketua Bidang Kedaruratan Dan Logistik Badan Penanggulangan dan Bencna Daerah (BPBD) DIY, Agus Abdul Mughni, SH mengatakan, DIY termasuk wilayah yang rawan terhadap ancaman bencana.

“Karenanya, kebijakan pemerintah melalui BNPB ditekankan perlunya dilaksanakan pencegahan dan penanganan bencana di sekolah,” ujar Agus saat Peresmian SSB di SMK N 1 Tanjungsari, Rabu, (10/10/2018).

Hal tersebut dilakukan, Sambung Agus, agar sekolah mampu untuk menghadapi ancaman bencana sehingga meminimalisir kerugian baik jiwa maupun materiil.

Ketua Pelaksana BPBD DIY, Drs Krido Suprayitno mengungkapkan, jenis kerawanan bencana di DIY diantaranya gunung berapi dan gemba bumi. Karena bagian wilayah selatan di DIY berbatasan dengan Pantai Selatan maka dampak dari gempa rentan pula terjadi tsunami.

“Sampai saat ini kesadaran penanganan bencana belum maksimal di masyarakat. Pembentukan SSB merupakan langkah meminimalisir korban dan kerugian. Sebab sekolah menjadi obyek dan subyek dalam penanganan dan penanggulangan bencana,” papar  Drs Krido Suprayitno mewakili Gubernur DIY yang berhalangan hadir.

Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan  upaya membangun kesiap siagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi.

Sebagaimana diketahui, tujuan dibentuk SSB untuk membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana. SSB juga menjadi upaya untuk meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah.

Di luar itu SSB juga memiliki peranan menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.

Sebagai tanda peresmian SSB dilaksanakan penandatanganan prasasti. Sebelumnya diawal kegiatan peresmian juga digelar simulasi bencana banjir yang diikuti oleh SMKN 1 tanjungsari, SMK1 Gedangsari dan SMKN 2 Purwosari didukung personil BPBD, Tim SAR dan PMI Gunungkidul. (Kandar)

Komentar

Komentar