Tinggalkan Surat, Remaja Nekat Nggantung Dengan Sabuk Karate

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Petugas sedang mengevakuasi pelaku gantung diri. foto: dok. Polsek Semanu.
Petugas sedang mengevakuasi pelaku gantung diri. foto: dok. Polsek Semanu.

SEMANU, (KH)— Fenomena gantung diri yang menyebabkan nyawa melayang terjadi lagi. Mirisnya, kali ini dilakukan oleh pemuda belia dengan usia belum genap 20 tahun. Hal ini tentu berbeda dengan kejadian secara umum, berdasar data Polres Gunungkidul, bahwa pelaku kebanyakan berusia lanjut.

Sebagaimana dilaporkan oleh Polsek Semanu, telah terjadi gantung diri yang dilakukan oleh Muhamad Irul Dudiantoro (19). Warga Padukuhan Gunungkunir, Desa Candirejo, Semanu ini nekat gantung diri dengan seutas sabuk karate warna merah di pohon jambu mete.

“Kejadian pertama kali diketahui oleh Ngatemo (68), saat itu dirinya hendak bekerja di ladang sekitar pukul 08.00 WIB, dia sangat kaget melihat orang gantung diri,” jelas Kapolsek Semanu, AKP Sumarya, Minggu, (12/11/2016).

Lanjut Sumarya, saksi lantas meminta bantuan kepada orang-orang, yang kemudian ditindaklanjuti dengan melapor ke Kantor Polsek Semanu. Anggota Polsek bersama tim medis kemudian melakukan evakuasi menurunkan jasad pelaku dari pohon setinggi hampir 4 meter itu.

“Hasil dari pemeriksaan medis oleh Puskesmas Semanu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari keluarga juga membuat surat pernyataan keberatan dilakukan pemeriksaan dalam ( otopsi ), sehingga kita serahkan ke pihak keluarga,” urai Sumarya lagi.

Mengenai penyebab gantung diri, sesuai beberapa keterangan yang dihimpun, Polsek menduga karena ada permasalahan keluarga. Hal tersebut dibuktikan karena ditemukan surat dari pelaku yang ditujukan kepada keluarganya.

Dihubungi terpisah, Camat Semanu, Wastana menyatakan ikut prihatin dengan kejadian ini, dirinya berpendapat, penanggulangan fenomena gantung diri menjadi tugas semua pihak. Upaya untuk meminimalisir kejadian serupa pihak terkait diminta lebih meningkatkan pembinaan mental keagamaan kepada masyarakat.

“Kepada para pemuka agama agar selalu memberikan pencerahanya, agar mental masyarakat kuat,” harap Wastana. (Kandar)

Komentar

Komentar