Tengok Ribuan Bunga Matahari Yang Mulai Mekar Di Desa Salam Ini

Pokdarwis Gembili mengembangkan penanaman ribuan tanaman Bunga Matahari di Padukuhan Ngasemayu, Desa Salam, Patuk. KH/ Kandar.

PATUK, (KH),– Tanaman Bunga Matahari di Padukuhan Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mulai mekar. Bunga-bunga ini ditanam dan dikelola oleh komunitas masyarakat yang kemudian diwadahi Pokdarwis Gembili. Nama Gembili merupakan kependekan dari Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan.

Disampaikan salah satu anggota Pokdarwis divisi taman, Ngadija, penanaman tanaman Bunga Matahari di kawasan yang sering disebut Gogor Park itu dimulai sejak akhir bulan September lalu. Kawasan tersebut dipilih karena dinilai cocok jika dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif. Sebab pemandangan berupa bukit-bukit karst dari kawasan tersebut nampak indah.

“Ditambah dengan adanya Bunga Matahari pesona dari ketinggian di Padukuhan Ngasemayu lebih eksotis. Ide menanam bunga Matahari ini tergolong baru,” katanya, beberapa waktu lalu.

Pokdarwis yang berdiri sejak 2012 lalu ini sebetulnya telah memiliki agenda tahunan, diantaranya kontes durian dan kontes atau pameran benda pusaka keris. Penambahan penanaman Bunga Matahari dimaksudkan agar jumlah kunjungan ke wilayah tersebut semakin tinggi dan cenderung stabil.

Menurutnya, keberhasilan menanam Bunga Matahari hingga berbunga butuh perjuangan yang gigih dari seluruh anggota. Sebagaimana diketahui, kawasan yang merupakan tanah Sultan Ground (SG) tersebut berada di sebuah bukit yang cukup tinggi sehingga persoalan ketersediaan air menjadi kendala utama.

Langkah pemecahannya, Pokdarwis mencari sumber air yang terdekat untuk diangkat airnya ke kawasan tersebut. Upaya tersebut berhasil, setidaknya dibutuhkan sambungan pipa sepanjang 500 meter untuk memasok air dari sungai ke Kawasan yang rencanannya akan diubah namanya menjadi Paseban Taman Gogor ini.

“Pertama baru sebanyak 1.500 tanaman. Kedepan secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 3.000 tanaman, lalu 5.000 tanaman hingga mencapai target 10.000 tanaman Bunga Matahari tertanam di lahan seluas hampir satu hektar ini,” harap Ngadija.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Pokdarwis yang lain, Eko Yuliatmoko menambahkan, pengembangan jumlah bibit-bibit tanaman direncanakan mengambil biji dari bunga matahari yang telah menua.

“Kami juga akan sediakan bagi pengunjung yang ingin melihat bunga berupa paket kuliner khas Sega Salam. Sega Salam berisi nasi uduk, ingkung, lalapan, sambal serta minuman dari jahe atau serai,” terang Eko. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar