Tari Kolosal Meriahkan 42 Tahun Padukuhan Tegalsari

oleh
Tari kolosal dalam rangka Hari Jadi Padukuhan Tegalsari. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Suasana semarak terjadi Minggu, (9/9/2018) malam di ruas jalan Baron, tepatnya di Padukuhan Tegalsari, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Sebanyak 4 RT di padukuhan tersebut menggelar peringatan Hari Jadi Padukuhan Tegalsari dengan kemasan yang berbeda.

RT 7,8,9 dan 10 kompak menggelar kirab serta pementasan tari kolosal. Tari kolosal yang menceritakan dinamika perjalanan padukuhan Tegalsari sejak terbentuk hingga saat ini menjadi pementasan utama yang ditunggu ratusan masyarakat yang hadir.

“Tari kolosal diikuti sekitar 80-an muda-mudi Tegalsari,” ujar koordinator acara, Aminudin Azis.

Lanjutnya, cerita perjalanan Padukuhan Tegalsari diwujudkan dalam bentuk tari dan fragmen kisah atau historis yang meliputi adanya pertemuan, pernikahan, perkembangan wilayah, pertumbuhan penduduk hingga kematian.

Selain pertunjukan tari kolosal, Marchind Band SMKN 2 Wonosari juga turut tampil memeriahkan acara yang bertema ‘Merawat Tradisi Meneguhkan Kerukunan’ itu.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku takjub dengan kemasan acara penyemarak Hari Jadi Tegalsari. Kendati hanya sebatas lingkup padukuhan acara digarap dan ditampilkan secara spektakuler.

“Pertunjukan seni yang digelar sungguh luar biasa, masyarakat cukup kompak. Seni budaya menjadi bukti sebagai perekat kerukunan masyarakat. Dengan seni kita guyub rukun dan golong gilig,” ujarnya.

Menurutnya, dari 1.431 padukuhan di Gunungkidul ada lebih dari 2.200 kelompok seni. Sehingga setiap padukuhan kemungkinan ada dua kelompok seni. Immawan lagi-lagi dibuat kagum, di Tegalsari ternyata malah ada 4 kelompok seni.

Dirinya berharap, agenda-agenda yang digelar seperti di Padukuhan Tegalsari tersebut dapat masuk ke dalam Calender of Event Dinas Pariwisata Gunungkidul. (Kandar)

Komentar

Komentar