Tangkal Dampak Negatif Gadget, BELADEGA Ajak Anak Mainkan Dolanan Tradisional

oleh
Flayer informasi kegiatan karang taruna Desa Gari.

WONOSARI, (KH)— Pengaruh perkembangan jaman dan globalisasi saat ini telah merambah ke dunia anak-anak, dimana anak-anak jaman sekarang mulai mengikuti pola perkembangan teknologi cyber. Sebagian besar lebih suka bermain dengan game online maupun game di smartphone/gadget.

Sehingga rasa kebersamaan dan keakraban anak satu dengan anak yang lainnya semakin berkurang serta meningkatnya rasa individualisme dikarenakan permainan tersebut bisa dengan asyik dimainkan sendiri hingga berjam-jam.

Perkembangan teknologi yang terjadi tersebut tentulah berimbas pada turunnya minat terhadap permainan tradisional atau dolanan anak, yang posisinya pada saat ini mulai ditinggalkan dikarenakan tergusur oleh gempuran budaya modern yang lebih banyak diterima anak-anak.

“Memang demikian ketika kita berbicara tentang perkembangan budaya, budaya itu dinamis mengikuti zamannya. Namun bukan berarti membuat kita lupa terhadap akar dari budaya kita sendiri,” kata salah satu panitia kegiatan, Santika damayanti.

Sebagai generasi muda, Sambungnya,  tidak ada salahnya untuk mencoba menggali dan mengenalkan kembali kepada anak-anak saat ini dengan permainan tradisional yang dulu pada eranya sempat menjadi trend atau primadona dikalangan anak-anak,  yang erat dengan nilai-nilai kebersamaan.

Menurutnya, Jika ditinjau lebih dalam, beragam permainan tradisional tersebut secara langsung mengajarkan pentingnya sebuah proses, memberikan pelajaran hidup tentang toleransi, interaksi sosial, ketangkasan, kerja sama tim dan wawasan. Dibandingkan dengan permainan elektronik yang sekarang lebih banyak membentuk perilaku anak menjadi penyendiri serta cenderung anti sosial.

Untuk mengingatkan kembali permainan yang mulai dilupakan, Program Sekolah Alternatif/ Belajar Asik Desa Gari (BELADEGA) yang diinisiasi Karang Taruna Desa Gari akan menggelar kegiatan “Dolanan Bocah Beladega” yang dilaksanakan di lingkungan Balai Desa Gari pada hari Minggu, 19 Maret 2017 mendatang.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk merevitalisasi atau menghidupkan kembali permainan tradisional anak dengan pengemasan yang lebih menarik dan kekinian tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” jelas Santika.

Permainan yang akan dimainkan diantaranya; Gobak Sodor, Ular naga, Cublak suweng, Egrang, Dingklik oglak-aglik, Benthik, dan Jamuran. (Kandar)

Komentar

Komentar