Tampilkan Prosesi Babad Dalan, Gunungkidul Raih Juara 2 Festival Upacara Adat

oleh
Salah satu penampilan prosesi adat saat Festival Adat DIY di Gunungkidul. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Festival Upacara Adat Tingkat DIY Tahun 2019 sukses digelar, Sabtu, 30 Maret 2019. Tahun ini Gunungkidul menjadi tuan rumah setelah tahun sebelumnya bertempat di Wates Kulon Progo.

Pelaksanaan Festival Upacara Adat 2019 adalah hasil kerjasama antara Dinas Kebudayaan DIY dengan Dinas Kebudayaan Gunungkidul melalui dukungan Dana Keistimewaan DIY.

Peserta festival ini diikuti oleh 5 tim yg berasal dari kabupaten kota se DIY. Setiap tim diberi waktu 30 menit untuk memberikan perform terbaiknya. Dalam kesempatan ini bertindak sebagai narasumber diantaranya Dr. Argo Dwikromo, Drs. Mujiono, M.Hum dan Drs. Bugiswanto. Sementara bertindak sebagai pengamat adalah Dr. Kuswarsantyo, M.Hum, Drs. Gandung Djatmiko,M.Pd, Pardiman Djojonegoro, S.Sn, Ari Purnomo, Andi Wisnu Wicaksono. Tim juri tersebut bertugas memberikan penilaian dan pengamatan selama pertunjukan berlangsung.

Dalam penilaiannya, tim juri menekankan beberapa aspek yang wajib ada dalam festival upacara adat. “Referensi dan sumbernya harus jelas, musik boleh dikreasikan bermacam-macam namun harus tetap berakar pada seni budaya Yogyakarta, kemudian yg harus digaris bawahi bahwa festival upacara adat bukanlah sendra tari” Demikian statement yang disampaikan oleh perwakilan tim juri sebelum mengumumkan nama-nama yang mendapat juara.

Dari hasil penilaian tim juri, Kabupaten Sleman dengan judul upacara adat merapi memperoleh juara harapan II dengan skor 1200. Kota Yogyakarta dengan judul Upacara Adat Karang Kitri memperoleh juara harapan I dengan skor 1350. Kabupaten Kulon Progo dengan judul Upacara Adat Kutukan Sunan Geseng memperoleh juara III dengan skor 1500. Kabupaten Gunungkidul dengan judul Babad Dalan Giring memperoleh juara II dengan skor 1650. Sedangkan Kabupaten Bantul dengan judul Upacara adat Grebeg Dalan memperoleh Juara I dengan skor 1800.

Kepala Dinas DIY, Aris Eko Nugroho, S.P.,M.si mengatakan, bahwa festival ini membuat masyarakat merasa mendapat perhatian, karena festival yang digelar sebelumnya tarafnya biasa saja, akan tetapi sekarang menjadi berbeda dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

Selain itu, festival ini bertujuan juga untuk menjaga kelestarian dan keberagaman adat dan tradisi yang ada di berbagai daerah di DIY. Festival yang secara rutin digelar setiap tahunnya ini mendapatkan anggaran dana dari danais yang mencapai Rp. 1 miliar. (Kandar)

Komentar

Komentar