Tampil di Film Ziarah, Mbah Ponco Masuk Nominasi Aktris Terbaik Asean

Mbah Ponco bersama suaminya. KH/ Hari

NGAWEN, (KH),– ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 mengumumkan daftar penghargaan beberapa nominasi, Kamis (4/5/2017) malam di Kuching, Sarawak, Malaysia. Salah satu film asal Indonesia besutan Sutradara BW Purba Negara dari Yogyakarta, masuk beberapa nominasi yakni Best Film, Best Screenplay, Best Director, dan Best Actress.

Film Ziarah, yang disutradarai oleh BW Purwa Negara atau Bewe dari Yogyakarta ini dibintangi oleh Mbah Ponco Sutiyem. Seorang nenek yang tinggal di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen Gunungkidul. Di rumah limasan sederhananya nenek berusia 95 tahun ini tinggal bersama suaminya Ponco Sentono yang kini sudah berusia 100 tahun.

Kepada KH Mbah Ponco mengaku tidak pernah mendapatan pelatihan sebagai aktris film atau bermain peran semasa hidupnya. Namun berkat keuletan dan bimbingan sutrada serta keseriusan upayanya nenek yang kini memiliki 7 anak, 27 cucu, 42 cicit dan 4 canggah ini sukses menjadi pemeran utama dalam film Ziarah karya Sineas film Yogyakarta.

Meski usianya sudah terbilang cukup tua, Mbah Ponco masih ingat detail proses pengambilan gambar dalam film tersebut. Hal lain, ingatannya juga mampu bercerita tentang masa penjajahan Jepang. Ia mengaku dibawa ke Klaten dan Jogja serta ke beberapa tempat wisata untuk merampungkan pengambilan gambar.

Berkat apiknya Mbah Ponco memainkan peran, ia berhasil masuk menjadi nominator best actress dalam Asean Internasional Festival (AIFFA) 2017.

Kulo niku mboten sekolah, ning Alhamdulillah pas dishooting saget, namung nggih diarahke pripun saene,” (Saya tidak sekolah, Alhamdulillah pas di shooting bisa, namun ya diberikan arahan bagaimana baiknya,” ujar Mbah Ponco dalam Bahasa Jawa, Minggu, (7/5/2017).

Sementara itu, salah satu anak Mbah Ponco, Kamti menerangkan, proses pengambilan gambar yang dibintangi oleh ibunya ini dimulai pada Tahun 2016 silam. Saat itu mbah Ponco mengikuti pengambilan gambar dalam dua sesi. Sesi pertama dilakukan selama 8 hari dan sesi kedua dilakukan selama 4 hari.

Kamti juga menegaskan, Mbah Ponco hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Setiap hari pekerjaanya mengasuh anak, pergi ke kebon dan memberi pakan ternak. Bakat akting muncul dari latihan dan arahan yang diajarkan sutradara menjelang pengambilan gambar dilakukan.

“Simbok saya itu dipilih karena paling sepuh, terus dia juga bisa bercerita mengenai zaman dahulu dengan detail,” jelas Kamti.

Ketika KH berkunjung, Mbah Ponco Sutiyem bersyukur masuk dalam nominasi Best Actress. Berkat kemauan mempelajari hal baru dalam hidupnya ia berpeluang memperoleh penghargaan, usia senja, serta tanpa ada ilmu acting dan latar belakang pendidikan apapun bukan menjadi persoalaan. Film yang diperankan oleh Mbah Ponco Sutiyem ini akan tayang di bioskop mulai 18 Mei 2017 nanti. (Hari)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar