Tak Punya Komputer, Pelaksanaan UNBK 5 Sekolah SMK Digabung

oleh
ilustrasi Pelaksanaan UNBK di Gunungkidul. KH
Pelaksanaan UNBK di Gunungkidul. KH

WONOSARI, (KH)— Hingga hari kedua pelaskanakan UNBK secara umum belum ditemukan kendala serius. Meski diwarnai adanya lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digabung dalam pelaksanaan ujuan nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Gunungkidul, secara keseluruhan terpantau lancar.

“UNBK untuk SMK diikuti sebanyak 5.326 siswa, dari 46 SMK yang ada,  hanya 41 SMK yang sudah melaksanakan UNBK secara mandiri. Sementara 5 SMK lainya pelaksanaanya digabung dengan sekolah lain,” terang Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sukito kepada KH, Selasa, (4/4/2017) kemarin.

Pihaknya menjelasakan, pantauan yang dilaksanakan pada hari pertama seluruh siswa hadir mengikuti UNBK. Terkait penggabungan, sekolah yang bersangkutan disesuaikan dengan lokasi sekolah yang ada di masing- masing kecamatan.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah secara langsung melakukan monitoring. Badingah memastikan seluruh sekolah menyediakan Genset untuk mengantisipasi pemadaman listik oleh PLN. Badingah juga telah memastikan jaringan yang disediakan oleh PT Telkom dapat berjalan dengan baik.

Meski UNBK merupakan  wewenang propinsi namun pihaknya tetap melakukan pemantauan pelaksaaan UNBK.

Untuk diketahui, pelaksanaan UNBK untuk SMK dilaskanakan mulai tanggal 2 April hingga 6 April 2017. Sedangkan untuk SMA dilaskanakan mulai tanggal 10 Aparil – 13 April 2017. Untuk tingkat SMA diikuti 2.329 siswa. Dari 31 SMA dan MA yang ada, sebanyak 22 SMA melaksanakan UNBK secara mandiri, sementara 9 SMA lainnya digabung. (Wibowo)

Komentar

Komentar