Supardi: Sapi Selamat, Tapi Kacang, Jagung Dan Gabah Terendam

oleh
Supardi Warga Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu pasrah harta benda dan rumahnya terendam banjir. KH/ Kandar.

SEMANU, (KH),– Supardi (46) warga Kwangen Lor, Desa Pacarejo ini tertegun di pinggir genangan air banjir yang merendam rumahnya. Sesekali ia menjawab sapaan tetangga yang datang menyampaikan keprihatinan.

Saat ditemui KH, Senin, (19/3) lalu dirinya mengaku hanya sempat menyelamatkan hewan ternaknya berupa seekor sapi. Dirinya menyebut bahwa air datang menggenang rumahnya dalam waktu singkat, sehingga perabotan rumah, harta benda termasuk hasil panenan tak dapat dievakuasi.

“Kacang, gabah, dan jagung tertinggal. Air tiba-tiba masuk rumah, saya langsung mengajak lari keluarga dan mengeluarkan sapi,” katanya.

Kesedihan dan kepasrahan tampak dari wajahnya. Disaat yang sama dirinya mengaku bersyukur, anggota keluarganya selamat tak ada cidera sedikitpun saat berupaya meninggalkan rumah ketika air semakin tinggi menggenang.

Supardi mengungkapkan, selain anggota keluarga yang berusia dewasa, ada cucu berusia 3 bulan yang lebih utama diajak menyelamatkan diri dibanding harta benda.

Musibah terlanjur terjadi. Mau tak mau ia rela air setinggi kurang lebih 2,7 meter itu merendam 1 karung beras, 3 karung gabah dan beberapa karung jagung yang belum lama ini ia panen.

“Dua kali saya terkena musibah banjir, 2017 dan awal 2019 ini,” kata Supardi menambahkan.

Rumahnya memang berada di dataran rendah. Cenderung paling rendah di antara rumah warga di sekelilingnya. Tak jauh dari rumahnya, sekitar 100 meter di sebelah utara terdapat luweng atau gua vertikal. Luweng Jurung itu menjadi hulu aliran air hujan. Saat ini permukaannya dianggap mengalami penyempitan.

Di permukaan luweng terdapat banyak sampah dan endapan tanah. Sehingga air hujan yang terkumpul dan hendak mengalir masuk ke luweng tak begitu lancar. Apalagi jumlah air jauh lebih banyak dari biasanya. Hal tersebut diduga mengakibatkan genangan yang kemduian merendam rumah Supardi.

Petani sekaligus tukang bangunan ini mulai berfikir untuk pindah rumah. Dirinya mengaku masih memiliki sebidang tanah tidak jauh dari kediamannya yang sekarang.

Komentar

Komentar