Suana, Gigih Berwirausaha Meski Masih Sekolah

oleh
TANJUNGSARI,(KH)— Semangat enterpreneur Suana, siswi yang tengah duduk kelas 2 SMA memang patut diacungi jempol. Pasalnya, ia begitu gigih berjuang untuk memiliki penghasilan sendiri, bahkan membantu orang tuanya dalam perekonomian sehari-hari.
Tak jarang Suana membelikan sesuatu bagi orang tuanya, seperti kebutuhan sehari-hari dan pakaian. Siswi yang kini baru berusia 16 tahun ini tak pernah meminta uang pada orang tuanya untuk biaya hidup, termasuk biaya sekolah dan keperluan sehari-hari.
Untuk seorang pelajar, penghasilan Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per hari merupakan penghasilan yang sangat cukup untuk membiayai keperluannya sendiri. Bahkan penghasilan itu dapat ia gunakan untuk membantu kebutuhan orang tuanya.
Siswi SMA 1 Tanjungsari ini tiap hari hanya menggunakan angkutan umum untuk sampai ke sekolah. Meski sebagian besar teman-temannya telah menggunakan sepeda motor, namun ia tak begitu mempermasalahkan kebutuhan yang dianggapnya masih tergolong sekunder itu.
“Saya tiap hari cuma naik angkutan umum sambil membawa barang-barang dalam tas kresek. Nggak apa-apa, semoga nanti saya bisa beli motor sendiri,” jelas Suana, Senin (27/10/2014).
Suana tiap hari berjualan bermacam makanan dan minuman di sekolah, di antaranya keripik, bubur, dan jus buah. Selain makanan dan minuman, ia juga selalu menenteng buku katalog berisi gambar berbagai produk fashion dan kosmetik dari sebuah merek perusahaan ternama untuk menawarkan produk-produk itu pada teman-teman sekolahnya.
“Ya lumayan, hasilnya bisa buat kebutuhan sendiri atau kadang membelikan sandal dan pakaian buat orang tua. Rasanya seneng banget di saat bisa membantu dan membahagiakan orang tua,” kata Suana.
Setiap jam pelajaran belum dimulai, saat jam istirahat, atau seusai pelajaran, Suana begitu sibuk membawa barang dagangan dan buku katalognya. Dari ruang kelas ke ruang kelas yang lain ia masuki agar dagangannya habis terjual. Bila ada guru yang pesan, biasanya ia juga memasuki ruang guru.
“Nggak pasti berapa yang terjual. Kadang-kadang habis ya kadang-kadang nyisa,” ujarnya.
Hebatnya lagi, kesibukan Suana ini tak mempengaruhi kewajiban utamanya sebagai pelajar. Ia tetap bisa konsentrasi memenuhi tugas-tugas sekolahnya dengan hasil yang cukup memuaskan, “Ya pintar-pintar kita saja membagi waktu. Jualan seperti ini mungkin sudah jiwa saya, jadi saya nikmati saja,” ucapnya. (Maryanto/Bara).

Komentar

Komentar