SMAN 2 Wonosari, Kelas Bahasa Menjadi Unggulan

Suasana SMAN 2 Wonosari. Foto : Gemma
Suasana lingkungan SMAN 2 Wonosari. Foto : Gemma

WONOSARI, (KH) — SMAN 2 Wonosari merupakan salah satu sekolah favorit di Gunungkidul. Terbukti dengan sekitar 400 orang peminat yang mendaftar SMA 2 Wonosari, sedangkan kapasitas SMAN 2 Wonoasari hanya bisa menerima 192 orang untuk 6 kelas dengan jurusan IPA (3 kelas), IPS (2 kelas), dan Bahasa (1 kelas).

Dalam menghadapi Ujian Nasional, Humas SMAN Wonosari, Siti Marniah, Selasa (24/03/2015) menjelaskan, SMAN 2 Wonosari memiliki berbagai program untuk persiapan siswa menghadapi Ujian Nasional, antara lain mengajarkan pendalaman materi, tryout, menerapkan jadwal yang dikhususkan untuk mata pelajaran Ujian Nasional, mengadakan klinik untuk melayani siswa yang mengalami kesulitan dalam KD atau mapel tertentu. Kemudian ada pembelajaran malam hari bagi para siswa yang menghendaki dan harus ada sepengetahuan orang tua, serta mengadakan tutor sebaya.

Untuk penerimaan siswa baru, SMAN 2 Wonosari tetap menggunakan Nilai Ujian Nasional. “Kita menerima 192 orang di 6 kelas. Setelah diterima, kita tes untuk dilakukan penjurusan. Penilaiannya berdasarkan tes tersebut serta melihat nilai ujian nasional, dan juga minat,” tuturnya.

Sekolah ini memiliki keunggulan dibanding sekolah lain, yakni memiliki jurusan Bahasa. Di Gunungkidul hanya ada di SMAN 2 Wonosari. ”Kita memiliki siswa yang berprestasi khusus di bidang bahasa. Kita lihat di jurusan Bahasa pun banyak yang diterima di Sastra Inggris UGM, ada juga yang di Undip. Jadi, betul-betul mereka berminat dan berkompeten di bidang bahasa. Bukan berarti anak yang di jurusan Bahasa merupakan siswa yang tidak diterima di IPA dan IPS,“ jelas Siti.

Untuk nilai Ujian Nasional, selama ini program bahasa menduduki posisi atas di DIY dengan peringkat 1, 2, atau 3. Memang tahun kemarin mendapat peringkat yang paling rendah di peringkat 5. Adapun mapel di program bahasa ini adalah Bahasa Jerman, Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Antropologi.

Selanjutnya dalam hal ekstrakurikuler, SMA 2 Wonosari ini memiliki ekstrakurikuler unggulan, yakni olahraga basket. “Yang berprestasi, yang diidolakan di sini adalah basket. Kalau untuk basket di kabupaten sering juara 1, baik putra maupun putri. Kemaren juga mendapatkan piala tetap dari Dominikus karena kita 3 kali berturut-turut juara 1,” ungkapnya.

Ekstrakurikuler lainnya terdiri dari seni kriya, tari, suara, keagamaan (nasyid, MTQ, keputrian, pendalaman kitab), KIR, Olimpiade, kepramukaan, PMR, Di mana ekstrakurikuler tersebut memiliki keberhasilan dalam berbagai jenis kejuaraan. Salah satunya adalah PMR yang pernah mewakili Gunungkidul, serta KIR juara 2 Nasional.

SMA 2 merupakan sekolah percontohan untuk sekolah Adiwiyata sejak tahun 2008, yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

“Semua yang kita lakukan diusahakan membentuk siswa agar peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah-sekolah luar Pulau Jawa pernah study banding di sini; Kalimantan, dan sebentar lagi dari Pare-Pare. Pernah juga mewakili Indonesia menjadi Duta sekolah Adiwiyata di Brunei, yang maju adalah para siswa,” Siti menjelaskan.

Di SMAN 2 Wonosari, biayanya termasuk murah dibandingkan dengan sekolahan lain. “Karena di sini kita memiliki banyak kegiatan-kegiatan. Jadi, biaya untuk akademik maupun non akademik berimbang. Bahkan, ketika ada siswa yang berprestasi, minimal tingkat kabupaten, kita ada beasiswa terbatas,” pungkasnya (Gemma)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar