Siswa ABK Tidur Di Luar Gedung, Lembaga Sosial Belanda Kembali Bangun Asrama

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Penandatanganan serah terima gedung asrama SLB Sekar Handayani oleh JVS dan Yayasan disaksikan Disdikpora dan perwakilan Komisi A DPRD Gunungkidul. KH/ Kandar
Penandatanganan serah terima gedung asrama SLB Sekar Handayani oleh JVS dan Yayasan disaksikan Disdikpora dan perwakilan Komisi A DPRD Gunungkidul. KH/ Kandar

PANGGANG, (KH)— Untuk kesekian kalinya, lembaga sosial Jan Vink Stichting (JVS) dari Belanda dan Kawan Sejalan Yogyakarta memberikan bantuan gedung asrama kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Handayani yang berada di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang.

Serah terima gedung dari JVS Indonesia kepada Yayasan Sekar Handayani dilanjutkan peresmian dilaksanakan Kamis, (25/8/2016). Ketua Yayasan Sekar Handayani, Sugiman, mengatakan, pembangunan gedung asrama ini merupakan yang ke-dua kalinya.

“Asrama lama untuk siswa putri sedangkan yang baru akan dipakai siswa putra. Jumlah ruang ada 4 kamar masing-masing berkapasitas 7 anak,” rinci Sugiman.

Diinformasikan, SLB Sekar Handayani saat ini memiliki 57 murid Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dari keseluruhan murid sebagian diantaranya tinggal di asrama yang disediakan oleh pihak yayasan. Dirinya berharap SLB Sekar Handayani semakin dikenal oleh masyarakat di kawasan Saptosari, Panggang dan sekitarnya, dengan begitu warga yang berpotensi dapat memanfaatkan layanan pendidikan di SLB tidak segan untuk mendaftarkannya.

Beberapa kegiatan praktek belajar siswa di SLB cukup beragam, diantaranya membatik, menjahit, melukis, membuat pernak pernik hiasan dan aksesoris. Diakui produk hasil karya siswa saat ini masih sebatas sebagai koleksi, pihaknya berharap suatu saat nanti dapat laku terjual dipasaran.

Camat Panggang, Ag Gunawan sangat berterimakasih kepada semua lembaga sosial yang terlibat membantu fasilitas gedung asrama tersebut. “Semoga niat baik ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. SLB Sekar Handayani dapat berkembang melayani pendidikan bagi ABK di wilayah Panggang dan sekitarnya,” harap Gunawan.

Ir Raja Syaharudin perwakilan JVS Indonesia mengungkapkan, pemberian dana untuk pembangunan gedung yang ke-dua kalinya ini diawali dari cerita miris yang sampai ke pihaknya. Ia pernah mendengar ketika malam hari ada siswa yang tinggal di asrama tidur di luar gedung.

“Saya sedih mendengarnya, selain itu, beberapa siswa juga sudah menginjak remaja, maka antara siswa putra dan putri harus dipisahkan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia. (Kandar)

Komentar

Komentar