Sinergi Lintas Sektor Menuju Disabilitas Yang Mandiri

oleh
Pelatihan disabilitas Gunungkidul. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– UU No. 8 tahun 2016 mengamanatkan, negara menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara. Itu termasuk para difabel. Terutama dalam menyamakan kedudukan hukum dan hak. Negara perlu mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi difabel menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri dan tanpa dikriminasi.

Sebagai upaya mewujudkannya, beberapa waktu lalu Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul menggandeng Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) memberikan pelatihan kepada puluhan difabel di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosari, Gunungkidul.

Pelatihan berupa cara budidaya lele menggunakan media buis beton. Pemateri dari DKP, Handoko menilai, ternak lele menggunakan media buis beton merupakan wirausaha yang sangat mudah dilaksanakan kendati oleh penyandang disabilitas.

“Buis beton sangat awet tahan hingga bertahun-tahun. Dengan dua buah buis beton besar yang ditumpuk dapat menampung kapasitas 200 ikan lele,” katanya.

Paling tidak, dengan 200 bibit ikan lele, saat panen peternak dapat memperoleh 20 kilogram lele. Menurutnya, selain untuk memberikan peluang budi daya lele pihaknya juga berharap tingkat konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul meningkat. Sebab, dalam hal tingkat konsumsi ikan Kabupaten Gunungkidul menempati urutan terendah se DIY.

Pihaknya menginformasikan, pada tahun 2019 mendatang DKP berencana akan mengalokasikan anggaran khusus untuk penyandang disabilitas. Pada tahap awal akan dikucurkan permodalan ternak lele bagi 5 kelompok.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BLK Gunungkidul, Akhsan Jihadan juga berencana memfasilitasi penyandang disabilitas untuk dapat mengakses berbagai pelatihan di BLK.

Pihaknya meminta koordinator forum disabilitas untuk menginventarisir jenis pelatihan bidang ketrampilan yang diinginkan. Selain itu, karena belum pernah melayani pelatihan bagi penyandang disabilitas, Akhsan meminta masukan terkait sarana dan hal-hal lain yang dibutuhkan apabila pelatihan terlaksanan nanti.

“Pelatiahn yang kami tawarkan berupa mekanik motor, mobil, las, instalasi AC, penerangan, basic ofiice, desain grafis, multimedia, ukir kayu, bangunan dan processing. Mudah-mudahan ada yang diminati, jika ada bidang keahlian lain yang diinginkan akan kami upayakan,” katanya.

Sementara itu, salah satu tokoh forum disabilitas, Legowo mengutarakan, apabila nanti pelatihan hendak terlaksana, dirinya memiliki beberapa permintaan yang penting disediakan bagi penyandang disabilitas. Beberapa fasilitass tersebut diantanta Ram atau jalan khusus bagi disabilitas, ukuran WC atau kamar mandi yang memadai serta tenaga pengajar yang mampu berkomunikasi dengan beragam penyamdang disabilitas. (Kandar)

Komentar

Komentar