Simulasi Pengamanan Pemilu: Polisi Bubarkan Massa Dengan Water Cannon

oleh
Simulasi adanya kerusuhan saat proses pemilu yang digelar Polres Gunungkidul di titik 0 km Gunungkidul. foto: Humas Polres Gunungkidul.

WONOSARI, (KH),– Dalam rangka kesiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Polres Gunungkidul melaksanakan Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Progo 2019 di Titik Nol Gunungkidul Jumat, (22/03/19) pagi.

Dalam Gelar Pasukan kali ini juga dilaksanakan deklarasi damai untuk menjaga situasi yang aman dan sejuk dalam menjalani proses Pemilu.

Dalam agenda tersebut juga dilaksanakan simulasi pengamanan pemilu. Skenarionya, terdapat kericuhan di TPS 21 dan pelaku berhasil diamankan petugas atas permintaan dari ketua KPPS.

Namun karena merasa kecewa pelaku mengerahkan massa maupun simpatisan untuk melakukan demo ke kantor KPU. Tahapan demi tahapan dari negosiator tidak berhasil meredam massa, hingga akhirnya menerjunkan pasukan Dalmas awal, Dalmas lanjut dan pada akhirnya Pasukan Pengurai Massa (Raimas) membubarkan paksa dengan tembakan Water cannon dan gas air mata.

Namun dalam pembubaran tersebut ada massa yang mengalami cidera, dengan perlindungan dari pasukan Raimas korban luka tersebut di evakuasi oleh Tim Dokpol ke rumah sakit terdekat, akhirnya massa membubarkan diri dan kantor KPU dinyatakan aman.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady S.H,S.I.K,M.H didampingi Dandim 0730/GK, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto, SH dalam sambutannya menyampaikan, bukan hanya anggota partai politik dan masyarakat saja yang dituntut untuk tertib dan patuh pada ketentuan pemilu, namun juga pihak penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pelaksanaan Pemilu 2019,” tegasnya.

Menurutnya, TNI – Polri yang berada pada garis terdepan dalam menjaga dan mengawal pelaksanaan Pemilu hingga di tingkat TPS, bertanggung jawab langsung terdapat pengamanan jalannya pemilu.

Apabila menemukan kerawanan dan hambatan harus bisa mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

Sementara, dalam menerjunkan personil pengamanan, Polres Gunungkidul melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang dinilai memiliki kerawanan.

Pemetaan kerawanan, jelas Kapolres, meliputi sisi penyelenggara, keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya mengajak kepada stakeholders terkait untuk mengenali, menemukan, menetralisir dan mengatasi hambatan,” ajak AKBP Ahmad Fuady.

Dengan adan ya pemetaan ini diharapakan penempatan petugas di lapangan lebih efektif dalam memberikan pengamanan jalannya pemungutan suara.

Agenda Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Progo 2019 tersebut dihadiri oleh perwakilan Caleg peserta pemilu, Forkompinda dan unsur yang terlibat dalam Pemilu 2019. (Kandar)

Komentar

Komentar