Serap Hasil Petani Lokal, Bulog Distribusikan Beras BPNT Gunungkidul

oleh
Peluncuran beras asal Perum BULOG untuk program BPNT di Gunungkidul. KH/ Kandar.

PLAYEN, (KH),– Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) DIY melakukan peluncuran perdana (launching) pendistribusian beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk wilayah Gunungkidul, Kamis, (12/9/2019).

Agenda launching tersebut ditandai dengan pelepasan armada BULOG yang mengangkut beras untuk disalurkan kepada agen-agen yang ada di wilayah Gunungkidul.

Kepala Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) DIY, Juaheni mengatakan, Perum BULOG melakukan penyerapan beras lokal Gunungkidul. Dalam hal ini pihaknya bersinergi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) lokal serta supplier yang telah eksisting untuk memenuhi preferensi konsumen.

Perum BULOG berharap turut mampu mengangkat kearifan lokal wilayah Gunungkidul yaitu dengan menyerap beras lokal dari petani Gunungkidul dan dinikmati juga oleh masyarakat Gunungkidul. Sehingga rantai distribusi yang selama ini sudah berjalan dapat lebih terjaga.

“Dengan memegang dan melaksanakan prinsip 6T, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat administrasi, Perum BULOG bersinergi dengan semua pihak untuk memberikan beras lokal terbaik bagi masyarakat Gunungkidul,” jelas Juaheni disela launching di gudang BULOG Logandeng, Playen, Gunungkidul.

BULOG, kata dia, mempunyai beras medium dan premium, pihaknya memastikan akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Gunungkidul.

Juaheni juga menginformasikan, penyerapan beras BULOG DIY yang sedianya untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan program BPNT mencapai 22.000 ton. Dirinya memastikan bahwa stok yang dimiliki sangat mencukupi.

“Untuk tahap pertama kami kirim 3 ton untuk Kecamatan Ngawen,” imbuh Juaheni.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Dra. Siwi Iriyanti, M.Si menyebutkan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di Gunungkidul mencapai 88.267 KK.

Selama ini, sambung dia, penyaluran beras dan telur program BPNT dilakukan oleh 400-an supplier dan agen. “Jika ada keluhan dari KPM mengenai beras yang diterima, sudah ada wadah pengaduan, nanti kami langsung sampaikan ke BULOG,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, BPNT merupakan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pokok, dalam hal ini beras dan telur.

Adapun tujuan dari program BPNT adalah untuk mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerima bantuan pangan, sekaligus memberi nutrisi yang lebih seimbang kepada penerima. (Kandar)

Komentar

Komentar