Sepekan Bencana, BPBD Gunungkidul Belum Miliki Data Valid

Banjir surut. Warga di Kecamatan Girisubo mulai membersihkan rumah. foto: istimewa.

WONOSARI, (KH),– Meski telah memasuki waktu sepekan pasca bencana banjir dan tanah longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul dinilai belum memiliki data yang valid terkait jumlah kerusakan dan kerugian.

Untuk kepentingan banyak hal maka pengumpulan data di lapangan melalui masing-masing camat terus dilakukan. Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono, mengatakan, saat ini pihaknya meminta seluruh camat melakukan verifikasi data ulang.

“Data yang dilaporkan oleh masing masing camat di 18 kecamatan ke BPBD belum valid,” tuturnya.

Jelas Drajat, data yang diminta untuk dikumpulkan diantaranya data jumlah pengungsi, data rumah rusak, kerugian material dan inftrstruktur seperti jalan dan jembatan. Data sementara yang dimiliki BPBD tercatat ada 202 rumah rusak di sejumlah kecamatan.

“Sementara data rumah rusak terbanyak ada di kecamatan Gedangsari yakni sebanyak 109 rumah,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono menandaskan, pendataan yang valid sangat dibutuhkan untuk kepentingan rehabilitasi.

“Data nanti akan digunakan sebagai acuan pemberian bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak. Rehabilitasi rumah rusak akan diusulkan menggunakan dana APBD 2018 atau anggaran rumah tidak layak huni (RTLH),” ujar Edy Praptono.

Berdasar pantauan, sebagian warga terdampak banjir dan longsor sudah mulai meninggalkan posko lalu kembali ke rumah. Mereka sibuk membersihkan lumpur akibat terjangan banjir. Sementara itu warga di Kecamatan Gedangsari masih berada di posko pengungsian dengan alasan keselamatan karena rumah belum memungkinkan ditinggali. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar