Sekolah kota Sekolah Desa Di Desa Gari Pelajari Seluk Beluk IT

Kegiatan Sekolah Kota Sekolah Desa di Desa Gari, Wonosari. KH/ Beladega.

WONOSARI, (KH),– Ketjilbergerak, sebuah komunitas yang peduli terhadap generasi muda menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kota Sekolah Desa di Desa Gari, Minggu, (21/01/2018).

Salah satu panitia pelaksana kegiatan, Septiasih Windiasari Utami mengatakan, Sekolah Kota Sekolah Desa merupakan ruang belajar bersama yang kurikulumnya ditentukan bersama untuk mempelajari konteks kota dan desa secara utuh.

“Pembelajaran yang diselenggarakan di balai desa Desa Gari, Wonosari, Gunungkidul, bekerjasama dengan Karangtaruna Mekar Pandega Desa Gari,” tuturnya.

Menurut pandangannya, ketika melihat jaman yang serba digital ini, anak muda desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan dan kemajuan saja, tetapi juga mampu menjadi subjek yang memahami peta dan dapat menguasai medianya sendiri sesuai kebutuhan demi semakin kuatnya kemandirian desa.

Atas alasan tersebut, kurikulum yang di angkat pada pelaksanaan sekolah kemarin yakni tentang seluk beluk IT (Information Technology) dan Creative Branding. Kegiatan Sekolah Desa kali ini diberi nama JER BASUKI MAWA IT. Gagasan dari Greg Sindana, founder Ketjilbergerak tersebut memiliki maksud bahwa saat ini hampir semua hal yang kita kerjakan pasti membutuhkan IT.

Kegiatan yang diikuti 65 pemuda desa tersebut menghadirkan pemateri M. Arief Budiman, selaku chairman Petakumpet dan Alfi Pangestiawan, seorang digital marketer.

Peserta yang berasal dari Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, Bantul, Cilacap, dan Wonosobo terlihat sangat antusias. Mereka tetap semangat meski hujan deras sempat mengguyur. Bahkan selain peserta dari DIY-Jateng ada beberapa mahasiswa yang berasal dari luar Jawa menghadiri kegiatan ini denga harapan dapat memajukan desa mereka suatu saat nanti.

Kegiatan dibuka dengan penampilan Tari Barya Ancala yang diproduksi langsung oleh pemuda Desa Gari yang tergabung dalam Karangtaruna Mekar Pandega. Selain itu ada pula penampilan anak-anak yang tergabung dalam BELADEGA (Belajar Asyik Desa Gari) turut memeriahkan dengan tariannya.

Kegiatan berlangsung sangat menarik. Kegiatan sesi sharing diujung acara digelar dengan memberikan kesempatan dan membebaskan peserta bercerita permasalahan di desanya berkaitan dengan IT dan city branding.

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar