Sego Wuduk dan Gunungan Padi Jadi Rebutan Warga

oleh

TANJUNGSARI, kabarhandayani.– Beberapa gunungan yang dibuat dari berbagai jenis hasil pertanian jadi rebutan ratusan warga pada prosesi rasulan di Desa Hargosari Kecamatan Tanjungsari, Jumat (15/8/2014). Selain gunungan, bagian lain dari pernik rasulan yang diincar warga adalah sego wuduk atau nasi uduk yang terbungkus dalam anyaman daun kelapa yang sering disebut kisa.
Setelah prosesi kenduri selesai, warga berdesak-desakan mengambil beberapa tangkai padi dari gunungan. Sejumlah 3 gunungan yang diletakkan di sebelah utara aula Kantor Desa Hargosari menjadi sasaran warga.
Mereka percaya padi pada gunungan yang sebelumnya telah didoakan pada prosesi kenduri akan membawa berkah pada hasil pertanian tahun depan. Meski hanya beberapa tangkai, berkah dari padi itu menjadi awal yang baik untuk seluruh gabah yang akan ditanam.
“Padi yang jadi rebutan itu nantinya dicampur dengan benih padi yang akan ditanam. Masyarakat percaya gabah-gabah itu nantinya akan memberikan hasil yang baik pada panen nanti,” jelas Rakiman, salah satu warga Hargosari sambil menunjukkan beberapa tangkai padi di tangannya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wagiyo, Ketua Panitia Rasulan Desa Hargosari. Ia mengungkapkan, selain padi ada nasi uduk yang juga diperebutkan warga pada acara adat tahunan ini. Namun agak sedikit berbeda, warga kelihatan lebih teratur mengantri dalam mendapatkan makanan ini.
“Selain dimakan, sego wuduk itu nanti juga ada yang dijemur dan dikeringkan. Setelah musim tanam tiba, nasi yang telah menjadi gogek (nasi aking) dicampurkan dengan benih gabah. Kami percaya, gogek itu membawa berkah,” jelasnya.
Meski tanpa arak-arakkan kirab budaya, rasulan Desa Hargosari tergolong meriah. Terbukti ribuan warga berjubel memadati halaman Kantor Desa Hargosari untuk mengikuti proses kenduri, memperebutkan padi dan nasi uduk, serta menikmati berbagai macam hiburan.
“Siang ini ada reog dan kerawitan. Tadi malam sudah dimulai dengan pementasan kethoprak, sedangkan nanti malam ada pertunjukkan wayang kulit,” pungkasnya. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar