‘Sastra Bukit Berbintang’ Wadah Seni Sastra Persembahan FPNB

Penyerahan hadiah kepada para pemenang penulisan lomba cerpen melengkapi peresmian ‘sastra Bukit Berbintang’. KH/ Bara

WONOSARI, (KH)— Untuk mewadahi seni sastra dan ragam seni lain yang bersinggungan, Forum Penulis Negeri Batu (FPNB) membentuk wadah ‘Sastra Bukit Berbintang’ (SBB). Peresmian persembahan perdana dari FPNB ditandai pemukulan Gong oleh Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul, Dr Immawan Wahyudi MH, Sabtu, (18/2/2017) malam di Bangsal Sewoko Projo.

Disampaikan salah satu panitia, Umi Azura, selain diisi beberapa agenda SBB untuk pertama kalinya, disertai pula pemberian penghargaan atau hadiah lomba menulis cerpen yang diinisiasi oleh FPNB. Disebutkan, antusiasme khalayak mengikuti lomba menilis cukup tinggi, tercatat ada 300-an naskah masuk ke panitia.

“Kiriman tulisan datang dari seluruh Indonesia, ada dari Papua juga ada dari Pekan Baru. Sementara SBB dibentuk sebagai wadah berkumpul, serta sebagai media menelurkan karya  terutama komunitas sastra di Gunungkidul,” terang Umi.

Direncanakan, kedepan setiap gelaran SBB tidak sebatas penulisan karya sastra dan permofmancenya saja, seperti pembacaan puisi misalnya, tetapi ditengah itu dalam cakupan lebih luas juga diisi dengan kolaborasi seni yang lain seperti, ketoprak, teater, dan wayang.

Ketua FPNB, Drs Sugiyanto dalam kesempatan ini mengatakan, FPNB lahir berangkat dari konsep pembelajaran menembus batas, tidak sekedar menulis tetapi juga membaca, membaca apa yang terjadi di alam Gunungkidul.

Sementara itu, Wabup Gunungkidul, Immawan Wahyudi dalam sambutan memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada FPNB atas inisiasi menyelenggarakan SBB. Menurutnya, serangkaian isi SBB tersebut merupakan wujud ekspresi intelektual.

“Tradisi panjang tulis-menulis akan menjadi sejarah. Menggambarkan masa lalu, masa sekarang dan berguna dimasa depan. Ada saatnya nanti generasi penerus bangga akan karya-karya tulisan penulis yang dihasilkan sekarang,” ujar Immawan.

Pengamatan hal lain yang dilakukan Immawan, banyak ditemui legenda atau sejarah di Gunungkidul jika dilihat berdasar bukti otentik sejarah bisa saja benar, tetapi ketika dilacak serta ditinjau dari segi waktu dan tempat menjadi ragu-ragu.  Maka Immawan meminta kehadiran FPNB harus bisa mempunyai andil produk karya untuk mengungkap Gunungkidul dalam konteks yang lebih luas dan komperehensif.

“Harapannya peran FPNB dalam periode dua tahun ini bisa dituangkan secara baik, saya berterimakasih,” kata Immawan.

Untuk diketahui, berdasar keputusan juri berikut peraih juara lomba cerpen FPNB; Juara 1 cerpen Pulung Gantung Asoka, karya Agus S Nur, dari Sumenep, Madura. Mendapat uang pembinaan Rp.1.000.000 dan sertifikat. Juara 2 cerpen Di Insang Ikan Ikan Tugan Bersemayam, karya Sri Wintolo Ahmad, dari Banyumas, mendapat Rp. 750.000 dan sertifikat. Juara 3 Lelaki Sepeda, karya Wardi, dari Semin Gunungkidul. memperoleh uang pembinaan Rp. 500.000 dan Sertifikat.

Rangkaian agenda peresmian SBB diisi dengan pembacaan puisi oleh Kang Acep, akustik oleh Doni Suwung, lagu puisi oleh Giwang Topo disertai penampilan group musik Obah Mamah. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar