Saptosari: Ada 34 Kasus Pernikahan Dini Selama 3 Tahun Terakhir

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gerakan Cegah Nikah Dini di Saptosari. Foto: Hari.
Gerakan Cegah Nikah Dini di Saptosari. Foto: Hari.

SAPTOSARI,(KH)— Deklarasi Cegah Pernikahan Usia Dini, Cegah Perceraian, dan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi baru saja digelorakan di Kecamatan Saptosari. Apa yang sebenarnya menjadi latar belakang gerakan tersebut?

Berdasarkan data Kantor Urusan Agama Kecamatan Saptosari, selama kurun waktu 3 tahun terakhir ternyata terakumulasi terdapat 34 kejadian pernikahan dini. Tercatat terdapat 6 kasus pernikaham usia dini/anak pada tahun 2012, tahun 2013 naik menjadi 19 kasus, dan tahun 2014 terdapat 9 kasus.

Sementara untuk data kasus kematian bayi, berdasarkan data Puskesmas Saptosari, pada tahun 2012 terdapat 11 kasus, 2013 terdapat 7 kasus dan tahun 2014 terdapat 7 kasus. Untuk data kematian ibu, pada tahun 2012 tidak ada kasus, tahun 2013 ada 1 kasus, dan dan tahun 2014 ada 1 kasus. Adapun data ibu hamil anemia untuk tahun 2012 ada 187 kasus, tahun 2013 ada 222 kasus dan tahun 2014 terdapat 102 kasus. Sementara, untuk jumlah ibu hamil di bawah usia 20 tahun pada tahun 2013 terdapat 159 kasus, dan tahun 2014 terdapat 86 kasus.

“Setelah melihat data yang ada, harus ada tindakan lebih lanjut untuk menangani masalah ini ,” ujar Jarot, Camat Saptosari.

Melihat persoalan persoalan yang ada, dalam penegasannya Camat Jarot menyatakan, seluruh Muspika di Kecamatan Saptosari didampingi LSM Rifka Annisa berkomitmen bersama untuk: 1. Berusaha mencegah pernikahan pada usia dini/anak, 2.Berusaha mencegah perceraian, dan 3.Berusaha menurunkan angka kematia. Ibu dan bayi.

Penandatanganan MoU tersebut juga ditindaklanjuti dengan deklarasi Kepala Desa dan Dukuh se-Kecamatan Saptosari terkait pencegahan pernikahan usia anak, pencegahan perceraian, dan penurunan angka kematiam ibu dan bayi.

Jarot berharap, adanya MoU dan Deklarasi tersebut menjadi awal kebersamaan dari seluruh lembaga yang ada di Kecamatan Saptosari untuk bergandengan tangan mengatasi masalah yang masih terjadi di wilayahnya tersebut. Ke depan, diharapkan kualitas hidup manusia masyarakat Kecamatan Saptosari lebih baik lagi. (Hari)

Komentar

Komentar